Mantan TKW Ini Kini Bergelar Profesor

Prof Siti Mujibatun Foto: metrosemarang.com
Prof Siti Mujibatun
Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – Siapa sangka, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini dulunya adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi. Prof Siti Mujibatun (56), pernah menjadi pengajar privat pada sebuah keluarga pejabat di Arab tahun 1984. Setelah lulus sarjana, ia memutuskan bekerja di luar negeri karena sulitnya mendapat pekerjaan yang didambakan di tanah air.

Mujibatun sangat ingin menjadi dosen di UIN Walisongo, dahulu IAIN. Namun lowongan tak kunjung ada dan Mujibatun tak mau menganggur. Di Arab, ia bekerja mengajari anak majikannya yang masih balita, menulis dan membaca huruf Arab. Majikan perempuannya sempat salah sangka.

“Dipikir saya berangkat kerja ke Arab itu cuma untuk naik haji gratis. Karena di sana memang ada peraturan kalau majikan wajib menghajikan pekerjanya, minimal satu kali,” kisah Mujibatun. Tapi ia menjelaskan kalau memang ingin bekerja sekaligus belajar meningkatkan kemampuan berbahasa Arabnya.

Mujibatun mendapat kontrak dua tahun. Di tengah perjalanan waktu, ia menikah dengan pemuda yang dikenalnya di Jombang, Najamudin. Najamudin juga bekerja di perusahaan ekspor impor minyak di Arab saat itu. Keduanya menikah di Arab.

Sekitar 18 bulan sejak penandatanganan kontrak berlalu, Mujibatun mendapat kabar lowongan dosen di IAIN. Ia pun bertekad pulang ke Indonesia untuk mengikuti tes seleksi. “Di sana, kalau melanggar kontrak bisa fatal akibatnya. Tapi saya tulis surat kepada majikan saya. Saya sertakan kompensasi uang untuk masa kontrak yang belum saya tuntaskan. Dengan cara saya yang santun, majikan saya tidak marah, justru trenyuh,” katanya.

Bahkan, Mujibatun dibelikan tiket pesawat. Setelah mengikuti rangkaian proses seleksi dosen, Mujibatun diterima. Sejak 1987 ia mengajar di UIN Walisongo hingga sekarang. Selasa (31/3) pagi, ia dikukuhkan sebagai guru besar UIN Walisongo.

Dalam pengukuhan, Mujibatun menyampaikan orasi ilmiahnya, berjudul “Tipologi Paradigma Ulama dalam Menentukan Kriteria Keabsahan Hadis dan Implikasinya Terhadap Konflik Internal Umat Islam.” Mujibatun adalah guru besar ke-26 yang dimiliki UIN Walisongo. Khusus untuk Ilmu Hadis, ibu dua anak itu adalah guru besar ke-4. (MS-06)

You might also like

Comments are closed.