Mantan Wali Kota Bicara soal Pluralisme di Semarang

Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo dalam diskusi Cinta Menembus Batas, Senin (22/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo dalam diskusi Cinta Menembus Batas, Senin (22/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Sejumlah tokoh masyarakat Semarang pagi ini, Senin (22/2), menggelar sebuah diskusi unik di lantai 15 Gedung Semarang Town Square Jalan Gajahmada. Acara tersebut merupakan diskusi bebas tentang sikap pluralisme masyarakat Kota Lumpia yang mengangkat tema ‘Cinta Menembus Batas’.

Yang menarik, dalam diskusi tersebut terdapat sejumlah tokoh minoritas yang hadir mulai dari Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, Ketua Tanfid PWNU Jateng, KH Abu Hafsin, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng, Dewi Susilo Budiharjo hingga Soemarmo Hadi Saputro.

Soemarmo atau Marmo mencuri perhatian dalam ajang diskusi tersebut. Dengan latar belakangnya sebagai mantan Wali Kota Semarang yang pernah mendekam 2,5 tahun di penjara, ia tampil percaya diri dengan menyapa kolega-koleganya yang duduk di barisan depan. Gesturnya tetap menampilkan sosok yang tegar dan memotivasi umat lintas agama yang hadir.

Para hadirin yang melihat penampilan Soemarmo lalu mengabadikan momentum langka tersebut dalam bidikan kamera. “Saya ingin menyapa salah satu kolega yang pernah mengundang saya ke gereja miliknya di Tanah Mas medio 2010 silam, yaitu Romo Alloysius Budi Purnomo,” kata Soemarmo.

Soemarmo cukup mengapresiasi langkah Ketua PSMTI Jateng, Dewi Susilo Budiharjo yang mampu menggelar acara pluralisme ini. Ia berharap, ke depan acara itu bisa digelar kontinyu agar bisa mempersatukan etnis Tionghoa di Semarang.

“Bu Dewi sosok luar biasa yang mampu mempersatukan warga Tionghoa di Semarang,” ujar dia. Dalam diskusi pluralisme tersebut, Soemarmo berbicara sekitar 15 menit sebelum beberapa tokoh lainnya ikut menyapa tamu undangan. (far)

You might also like

Comments are closed.