Mantan Wali Kota Tegal Belajar Bisnis Tahu Pedas di Lapas Kedungpane

Wali Kota Hendrar Prihadi mengapresiasi langkah pelatihan bisnis bagi warga binaan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Wali Kota Hendrar Prihadi mengapresiasi langkah pelatihan bisnis bagi warga binaan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kedungpane Semarang merilis program pelatihan berjualan Tahu Pedas Benar-benar Maknyus (BBM) Cabang Semarang, Sabtu (23/5) siang. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mempersiapkan penghuni lapas yang akan bebas.

Pihak lapas juga menggandeng manajemen dari Tahu Pedas BBM yang memberikan pengarahan kepada warga binaan untuk dibekali keahlian dalam mengelola kios-kios tahu pedas. Tak ketinggalan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak manajemen Tahu Pedas BBM karena kepeduliannya terhadap warga binaan. Saya juga berpesan kepada kalapas bahwa warga binaan di sini sebagian adalah orang Semarang, jadi kalau ada apa-apa yang perlu dirembug, bisa koordinasi dengan kami, saya titip mereka, Pak,” kata Hendi dalam sambutannya.

Sementara, Kalapas Tedja Sukmana mengatakan, pihaknya berencana bekerja sama dengan manajemen Tahu Pedas BBM untuk membuka 20 gerai di beberapa titik di Kota Semarang. “Saat ini sudah siap 12 warga binaan yang akan bebas. Semuanya sudah diberi pelatihan dari proses sampai penjualan. Rencananya akan dibuka 20 gerai. Semuanya difasilitasi oleh manajemen Tahu Pedas, kami hanya menyiapkan sumber daya manusianya saja,” ujar Tedja.

Tedja menambahkan, melalui program ini, mantan napi akan semakin berani untuk terjun di masyarakat. Menurutnya, dengan produksi mecapai 500 biji dengan harga Rp. 2500 perbiji akan memberikan pemasukan yang cukup bagi calon pengelola.

Salah satu koordinator warga binaan, Ikmal Jaya mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya lapas dalam memberikan pembinaan kepada para penghuni lapas. “Sangat mengapresiasi, semoga  gerakan ini dapat bergulir lebih besar sehingga benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah,” kata mantan Wali Kota Tegal itu. (yas)

You might also like

Comments are closed.