Marak Pedagang Liar di Relokasi Pasar Johar Menuai Protes

METROSEMARANG.COM – Keberadaan pedagang sayuran dari Wonosobo, Bandungan, dan Temanggung di tempat relokasi Pasar Johar komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang dikeluhkan para pedagang lain yang menempati kios di dalam pasar. Keberadaan pedagang liar tersebut dinilai sangat merugikan pedagang asli di dalam pasar yang menjadi korban kebakaran.

Maraknya pedagang liar di Relokasi Pasar Johar dikeluhkan pedagang setempat. Foto: metrosemarang.com/dok

Pedagang ilegal dari luar Kota Semarang tersebut menjual barang dagangannya di depan bahkan di dekat pintu masuk pasar. Dengan demikian warga masyarakat menjadi enggan masuk dan belanja di dalam pasar. Dan pedagang sayur yang memiliki kios di dalam pasar tidak laku jualannya.

”Selain pedagang asli Johar yang nekat berjualan di pinggir jalan, ternyata keberadaan pedagang liar dari daerah lain juga banyak yang berdatangan pada dini hari. Mereka membawa kentang, bawang, dan sayuran lainnya sehingga sayuran kami tidak laku,” kataya, Kamis (10/8).

Menurutnya, pedagang liar begitu tiba langsung membuka lapak dan menjual secara eceran di depan pasar. Sehingga pedagang asli Johar korban kebakaran yang patuh aturan pemerintah berjualan di dalam pasar malah justeru tidak laku.

”Kekhawatiran kami jika dibiarkan pedagang yang di dalam akan melakukan operasi sendiri, sehingga bisa terjadi perang fisik dengan pedagang yang di pinggir jalan,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto juga meminta agar Dinas Perdagang melakukan tindakan tegas terhadap pedagang liar yang menyalahi aturan tersebut. Jika memungkinkan kiosnya, pedagang dari luar daerah tersebut juga dapat diakomodir sehingga semua pedagang dapat berjualan di dalam pasar.

Sementara itu Kasi Pemetaan dan Penataan Pasar Dinas Perdagangan Oktaviatmono menjelaskan, penertiban pedagang yang berjualan di luar pasar itu sebelumnya sudah dilakukan berulang kali. Namun pedagang tetap saja nekat kembali berjualan di pinggir jalan.

”Tapi kami akan terus berkordinasi dengan petugas parkir dan keamanan pasar, untuk selalu mengingatkan pedagang liar agar tidak berjualan di akses jalan masuk ke pasar dan tempat parkir,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.