Maryati Semringah Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

METROSEMARANG.COM – Maryati, nenek berusia 78 tahun warga Dusun Jatibarang RT 1 RW III, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang menjadi salah satu orang yang sangat bahagia.

Wali Kota Hendi menyerahkan sertifikat tanah kepada Maryati yang memiliki tanah di Waduk Jatibarang, Rabu (28/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Setelah 10 tahun lamanya menunggu nasib tanahnya yang terkena pembebasan lahan untuk proyek Waduk Jatibarang, akhirnya Maryati beserta tujuh warga lainnya menerima sertifikat tanah resmi dari Pemerintah Kota Semarang. Penyerahan sertifikat diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Ruang VIP Balai Kota Semarang, Rabu (28/2).

‘’Saya senang, inilah yang kami nanti-nanti. Tanah saya yang terkena pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Jatibarang seluas 5.200 meter. Sekarang masih 4.800 meter, termasuk sabuk hijau saya tanami sengon dan rencana mau saya buat perumahan,’’ ujar Maryati disela-sela acara penerimaan sertifikat.

Dia bersama warga lainnya mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Semarang. Karena baru sebulan mereka mempertanyakan nasib sertifikat tanahnya, kini sudah selesai dokumen sertifikat resminya.

Warga mempertanyakan nasib sertifikat tanah mereka saat Wali Kota yang karib disapa Hendi menggelar acara jalan sehat dan dialog di Kawasan Wisata Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, sebulan yang lalu.

Usai penyerahan sertifikat, Hendi mengaku penyerahan sertifikat ini bukti pemerintah memenuhi janji untuk melayani masyarakat sekitar Obyek Wisata Waduk Jatibarang yang terkena pembebasan lahan.

‘’Alhamdulillah bisa terealisasi. Pembebasan tanah untuk Waduk Jatibarang dimulai tahun 2008, jadi cukup banyak yang terkena pembebasan lahan. Waktu jalan sehat, kurang lebih sebulan yang lalu ada warga yang menanyakan; Pak ini saya punya tanah 1.200, waktu itu yang terpakai 200 sekarang sertifikat barunya mana? Itu kemudian kita telusuri, kita telisik, Alhamdulillah bisa diketemukan ada 8 bidang, milik 8 warga yang sudah displit sama BPN dan hari ini kita serahkan,’’ tegas Hendi.

Pemkot Semarang, menurutnya sangat memahami bagaimana perasaan berat seseorang yang mempunyai tanah sudah puluhan tahun kemudian digunakan pemerintah untuk kepentingan pembangunan. Namun, dengan jiwa yang besar dan kepahlawananya, mereka merelakan sebidang tanahnya demi kemajuan Kota Semarang.

‘’Kita memahami sekali, bahwa orang yang sudah puluhan tahun tinggal disitu, tanahnya diambil sebagian atau diambil semuanya pasti agak berat. Tapi kalau bicara kita, adalah untuk jiwa kita untuk bangsa, predikat pahlawan yang saya sebutkan tadi Insya Allah akan membuat mereka lebih ikhlas lagi. Pemerintah tidak akan mengatakan lagi namanya ganti rugi. Yang ada adalah ganti untung,’’ ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya mengimbau seluruh warga Kota Semarang jika memiliki bidang tanah untuk mengurus pembuatan sertifikatnya. Pasalnya, dengan kepemilikan sertifikat tanah yang sah maka jika suatu saat ada persoalan terkait tanah maka akan mendapatkan perlindungan hukum dari Pemkot Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.