Masih Butuh Adaptasi, Annese juga Puji Kualitas Wiljan Pluim

METROSEMARANG.COM – Vincenzo Alberto Annese belum bisa memberi kemenangan pada laga debutnya sebagai head coach PSIS. Selain masih butuh adaptasi, pelatih termuda di Liga 1 ini juga memuji kualitas Willem Jan Pluim yang menjadi kunci permainan PSM Makassar.

Willem Pluim (kiri) menjadi mimpi buruk bagi pertahanan PSIS. Foto: liga-indonesia.id

PSIS harus mengakui keunggulan tuan rumah PSM Makassar di pekan pertama Liga 1. Menyambangi Stadion Andi Mattalata, Minggu (25/3), Haudi Abdillah cs takluk dengan skor 0-2 lewat gol-gol Wiljan Pluim dan Rizky Pellu.

Ini adalah laga perdana PSIS bersama allenatore Alberto Annese yang resmi diperkenalkan sebagai pengganti Subangkit, Jumat (23/3) atau dua hari sebelum pertandingan. “Saya baru datang dua hari dan bertemu pemain pagi tadi. Dengan persiapan singkat, tidak mudah melawan tim kuat seperti PSM,” kata Annese usai pertandingan.

Mantan pembesut Ahli Al-Khaleel ini mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi. Dia secara khusus juga memuji pencetak gol pertama Juku Eja, Wiljan Pluim.

“Sebenarnya kami bermain cukup solid, tapi kami sempat kehilangan konsentrasi dan PSM kuat dalam penyerangan. Pemain nomor 80 benar-benar merepotkan, dia jadi pembeda di pertandingan kali ini,” tutur Annese tentang performa Wiljan Pluim.

Pemain berpaspor Belanda itu memang menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Mahesa Jenar. Selain mencetak gol pembuka di menit 29, Pluim juga berperan atas gol kedua lewat assist yang dituntaskan jadi gol oleh Rizky Pellu di menit 55.

Annese pun berjanji akan melakukan beberapa perbaikan terhadap timnya. Dia optimistis PSIS bisa bersaing di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Terbukti, Tim Kota Lunpia mampu merepotkan PSM yang menjadi salah satu favorit juara musim ini.

Statistik labbola menunjukkan ball possession PSM hanya unggul tipis atas PSIS, 51% berbanding 49%. Bahkan tim tamu lebih agresif melakukan percobaan dengan melepaskan 8 attempt, sedangkan Juku Eja hanya melakukan 7 kali percobaan.

Namun, efektivitas tuan rumah jauh mengungguli PSIS. Lima percobaan yang dilesakkan anak asuh Robert Rene Albert berstatus on target dan dua di antaranya berbuah gol. Sedangkan tim tamu hanya sekali melepaskan tendangan yang mengarah ke gawang.

Bayu Nugroho sempat mendapat dua kans mencetak gol, tapi dua-duanya melenceng. “Kami sebisa mungkin harus meminimalisir kesalahan. Konsentrasi penyerangan dan pertahanan jadi fokus yang akan saya benahi sebelum pertandingan selanjutnya,” Annese menegaskan.

Pada pekan kedua, PSIS bakal meladeni runner up Liga 1 2017, Bali United. Laga tersebut akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (1/4) mendatang. (twy)

You might also like

Comments are closed.