Masjid Taqwa Sekayu Berdiri Gagah di Tengah Modernisasi Kota

METROSEMARANG.COM – Menelusuri jejak peradaban Islam di Semarang tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan masjid-masjid bersejarah di Semarang. Salah satunya adalah Masjid Taqwa Sekayu yang masih berdiri gagah di tengah bangunan mal dan hotel berbintang.

Nama Sekayu sendiri diambil dari kata Sentral Kayu. Namun seiring perkembangan zaman, nama Sentral Kayu berubah menjadi Sekayu yang kemudian menjadi nama kampung di mana masjid ini berdiri yaitu Kampung Sekayu.

Penampakan Masjid Taqwa Sekayu dikelilingi gang-gang sempat di pusat Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Penampakan Masjid Taqwa Sekayu dikelilingi gang-gang sempat di pusat Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

“Sebelum masjid ini berdiri memang ada perintah dari Sunan Giri untuk membangun Masjid,” terang Achmad Arif ketua takmir Masjid Taqwa Sekayu kepada metrosemarang.com Sabtu (18/6) sore.

Pendiri Masjid Sekayu adalah Kyai Kamal asal Cirebon yang menerima amanat dari Sunan Giri untuk membangun masjid. Pada awal berdirinya, masjid ini bernama Masjid Pekayuan sebelum kemudian diubah menjadi Masjid Taqwa Sekayu.

Masjid Taqwa sebenarnya ada di tengah Kota Semarang tepatnya di Jalan Sekayu. Namun letaknya yang berada di kawasan padat penduduk menjadikan masjid ini tidak terlihat dari jalan raya. Bahkan masjid ini ada persis di sebelah barat Mal Paragon.

Di tengah modernitas inilah masjid bersejarah ini tetap gigih berdiri. Meskipun terhimpit megahnya bangunan-bangunan di sekitarnya. Tentu saja hal ini membuat keberadaan Masjid Taqwa Sekayu tidak sesohor Masjid Kauman apalagi Masjid Agung Jawa Tengah. Namun, dari masjid ini dapat diketahui permulaan penyebaran Islam di Semarang.

Lokasi masjid dapat dicapai melalui beberapa alternatif jalan. Salah satunya adalah melalui jalan MH. Thamrin. Dari Jalan MH. Thamrin ini lokasi masjid ada di Perkampungan belakang Thamrin Square. Tetapi akses jalan tidak memungkinkan mobil atau kendaraan besar masuk ke dalam gang karena lebar jalan kurang dari 2 meter.

Meski demikian, bangunan masjid dapat dilihat dari gang masuk walau tidak dapat terlihat secara keseluruhan karena tertutup bangunan rumah warga dan pohon. Masjid ini berarsitektur Jawa dengan cat putih.

Empat pilar yang berada di dalam Masjid Taqwa Sekayu. Foto: metrosemarang.com/dok
Empat pilar yang berada di dalam Masjid Taqwa Sekayu. Foto: metrosemarang.com/dok

Di dalam masjid terdapat empat tiang penyangga utama atau saka utama yang terbuat dari kayu jati. Inilah yang membuat masjid ini terkesan mirip dengan Masjid Agung Demak karena empat tiang penyangganya itu.

Tampilan bangunan masjid sudah sangat jauh berbeda dengan awal mula dibangun pada tahun 1413 Masehi. Masjid Taqwa Sekayu telah mengalami pemugaran sebanyak 7 kali. Setelah itu masjid kembali dibuka dan difungsikan pada tahun 2009.

“Iya awalnya hanya dari kayu dan rumbia saja, baru 2009 akhirnya selesai pemugarannya,” pungkas Arif.

Begitulah Masjid Taqwa Sekayu bertahan di antara bangunan mewah mal dan hotel berbintang. Ia tetap berdiri kokoh menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di Semarang. (vit)

You might also like

Comments are closed.