Masuk Awal Puasa, Pembeli Daging Sapi Merosot hingga 30 Persen

METROSEMARANG.COM – Jumlah pembeli daging sapi di Kota Semarang saat memasuki awal Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriyah menyusut drastis seiring melambatnya laju perekonomian setempat.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Abdulqodir, pedagang daging sapi di Pasar Karangayu mengatakan dagangannya saat ini hanya laku 60 kilogram sehari. Jumlah yang sangat sedikit, katanya apabila dibanding kondisi normal masih bisa terjual ratusan kilogram.

“Sudah tiga hari ini pembelinya berkurang sangat banyak. Jadinya ya kondisinya sekarang lesu. Saya saja cuma bisa menjual 60 kilogram daging sapi,” kata Qodir, sapaan akrabnya kepada metrosemarang.com, Senin (29/5).

Sepinya pembeli daging sapi, menurutnya merupakan siklus musiman. Tetapi, ia menganggap kini situasinya lebih parah ketimbang tahun lalu pada periode yang sama dimana penurunan pembeli hanya terjadi selama sehari saat awal puasa.

“Sekarang kan sudah ekonominya melambat, harga-harga tidak stabil, sepi pembeli lagi. Kacau,” keluhnya.

Ia mengungkapkan untuk harga daging sapi kini cenderung stabil. Ia saban hari menjual kisaran harga Rp 108 ribu per kilogram-Rp 115 ribu per kilogram. “Yang paling bagus daging has dalam harganya Rp 115 ribu,” cetusnya.

Ia mengaku mendapat pasokan dari rumah pemotongan hewan Penggaron Pedurungan. Diperkirakan pula pembeli mulai ramai saat H-2 Lebaran.

Tikno Abdurahman, pedagang daging sapi lainnya juga menyampaikan kondisi serupa. Ia mengeluh sepinya pembeli membuat dagangannya tersisa banyak. Bahkan, kini pembelinya merosot sampai 30 persen. “Cuma laku 20-30 kilogram,” sergahnya.

Ia menambahkan banyak pembeli rumah tangga dan pengusaha restoran yang menunda pemesanan daging sapi. “Ya mudah-mudahan aja H-7 Lebaran sudah ramai lagi,” kata Tikno. (far)

You might also like

Comments are closed.