Masuk Panen Raya, Petani Jateng justru ‘Tercekik’

METROSEMARANG.COM – Memasuki masa panen raya padi, para petani di Jawa Tengah justru kian mengalami kerugian besar. Musababnya, harga gabah kering di sentra penghasil padi kini merosot drastis dari perkiraan awal.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng, M Zen mengatakan harga gabah kering kini jauh di bawah harga standar dari pemerintah pusat.

Ilustrasi Foto: dok metrojateng.com
Ilustrasi
Foto: dok metrojateng.com

Ia menyebut di Tegal dan Demak harga gabah terjun bebas hingga Rp 2.600 per kilogram. Harga itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah Rp 3.700 per kilogram.

Tak hanya itu saja, katanya. Di Kabupaten Blora harga gabah kering merosot seitar Rp 2.800 per kilogram, sementara di Sragen Rp 3.200 per kilogram.

Penurunan harga gabah kering dipicu banjir yang merendam sebagian besar lahan persawahan di sentra-sentra penghasil padi. “Jadi harga jualnya merosot drastis,” paparnya, Senin (28/3).

Legislator Demokrat Jateng Ferry Firmawan pun menduga kondisi itu disebabkan para petani di Jawa Tengah menghadapi kendala kelangkaan pupuk saat musim tanam, modal terbatas, dan kekurangan benih bermutu. “Keadaan itu dirasakan masyakarat di Wonogiri, Kudus, Pati, dan Purworejo,” ujarnya.

Karena itulah, ia meminta kepada Gubernur Ganjar Pranowo agar secepatnya memberikan subsidi pupuk dan benih bagi petani setempat. (far)

You might also like

Comments are closed.