Matsunaga, Ujung Perburuan Pemain Asia PSIS

Kekuatan Lini Tengah

Shohei Matsunaga merupakan salah satu pemain asing Asia yang cukup lama beredar di Liga Indonesia

PSIS Semarang mengakhiri perburuan pemain asing slot Asia dengan mengontrak gelandang Jepang, Shohei Matsunaga. Mantan pemain Schalke 04 II tersebut diharapkan bisa menambah kreativitas lini tengah Mahesa Jenar yang tampil melempem di Piala Presiden.

Shohei Matsunaga resmi diperkenalkan sebagai penggawa PSIS pada Minggu, 31 Maret 2019. Pria 30 tahun itu diikat kontrak berdurasi satu musim kompetisi. “Kami dari Manajemen PSIS sepakat mengontrak Shohei Matsunaga untuk mengisi slot pemain asing Asia di musim 2019. Dengan bergabungnya Matsunaga maka perburuan pemain asing Asia kami hentikan,” kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Ia menyebut pihaknya memiliki optimisme tinggi dengan bergabungnya Matsunaga. Matsunaga akan ditempatkan di lini tengah PSIS, terutama pada saat menyerang, distribusi bola dan cetak gol. “Kami dan tim pelatih menilai solusi itu ada pada sosok Shohei Matsunaga,” lanjut Yoyok.

psis semarang
Shohei Matsunaga memendam hasrat bermain untuk Timnas Indonesia. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Musim lalu Shohei Matsunaga tampil cukup produktif dengan torehan 14 gol. Empat gol diukir bersama Persela Lamongan dan 10 gol saat berkostum PSMS Medan. Pemain kelahiran 7 Januari 1989 itu juga bisa diandalkan mencetak gol dari tendangan bebas.

Pengalaman bermain di Indonesia juga jadi nilai plus Shohei Matsunaga. “Kami punya pengalaman buruk dengan pemain Asia karena masalah adaptasi. Maka ketika ada peluang merekrut Shohei tidak kami sia-siakan,” Yoyok menegaskan.

Di Liga 1 2018, PSIS dua kali gigit jari karena pemain Asia. Gelandang Kyrgyzstan Akhlidin Israilov dilepas sebelum paruh musim lantaran kualitasnya di bawah standar. Penggantinya, Abou Bakr Al-mel (Lebanon) juga hanya membuat tiga penampilan.

Musim ini sempat ada pemain asal Korea Selatan Cho Chan-ho yang didatangkan. Berlabel mantan pemain Timnas, Chan-ho bahkan hanya bertahan kurang dari sepekan tanpa pernah tampil di laga resmi.

Sementara, Shohei Matsunaga merupakan salah satu pemain asing Asia yang cukup lama beredar di Liga Indonesia. Persib Bandung, Persegres Gresik United, Persiba Balikpapan, Persela dan PSMS adalah klub-klub yang pernah merasakan servisnya.

Dia juga pernah mencicipi atmosfer di Eropa saat memperkuat Schalke 04 II yang bermain di Regionalliga West, kompetisi kasta keempat Liga Jerman musim 2008/2009. Matsunaga mencatatkan 17 penampilan dan mencetak satu gol.

Shohei pun memutuskan berlabuh di PSIS meski ada beberapa tawaran yang masuk dari tim-tim Liga 1. “PSIS yang paling serius. Saya sudah komunikasi cukup lama dan sangat antusias bisa gabung di klub ini,” tukas dia.

 

Target Matsunaga

Shohei Matsunaga menyimpan hasrat bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Dia berharap proses naturalisasi bisa segera tuntas. Padahal gelandang asal Jepang itu sebenarnya masih akan dipertahankan PSMS Medan yang musim ini turun kasta di Liga 2, dengan harapan dia benar-benar menjadi WNI.

Ari Nababan, perwakilan Northcliff Sport meluruskan bahwa naturalisasi Shohei Matsunaga bukan atas inisiatif pihak PSMS. “Kami dari Northcliff Sport yang ingin agar Matsunaga bisa dinaturalisasi. Saat ini prosesnya sudah hampir selesai,” kata Ari saat perkenalan Shohei Matsunaga.

View this post on Instagram

PSIS Semarang mengakhiri perburuan pemain asing slot Asia dengan mengontrak gelandang Jepang, Shohei Matsunaga. Mantan pemain Schalke 04 II tersebut diharapkan bisa menambah kreativitas lini tengah Mahesa Jenar yang tampil melempem di Piala Presiden. Shohei Matsunaga resmi diperkenalkan sebagai penggawa PSIS pada Minggu, 31 Maret 2019. Pria 30 tahun itu diikat kontrak berdurasi satu musim kompetisi. “Kami dari Manajemen PSIS sepakat mengontrak Shohei Matsunaga untuk mengisi slot pemain asing Asia di musim 2019. Dengan bergabungnya Matsunaga maka perburuan pemain asing Asia kami hentikan,” kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi. Baca artikel selengkapnya di metrosemarang(dot)com #metrosemarang #psis #psisday #beritapsis #beritasemarang

A post shared by METROSEMARANG.COM (@metrosemarang) on

Jika gelandang 30 tahun itu sudah berstatus pemain lokal, maka PSIS yang diuntungkan karena bisa menambah pemain asing slot Asia. “Inilah salah satu alasan kenapa Shohei menjadi prioritas kami. Dia dalam proses menjadi WNI, sehingga ada kemungkinan PSIS bisa mendaftarkan pemain asing Asia lagi,” kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Di musim sebelumnya, Bruno Silva menjadi tumpuan PSIS sebagai eksekutor bola mati. Namun kini Tim Ibukota Jateng ini sudah mengontrak dua pemain Brasil, Wallace Costa dan Claudir Marini Jr yang berstatus pemain asing non-Asia. Manajemen Mahesa Jenar masih menunggu gelandang baru sebagai ganti Ibrahim Conteh.

Diketahui, PSIS Semarang bakal mengakhiri kerja sama lebih cepat dengan Ibrahim Conteh. Gelandang Sierra Leone tersebut akan dilepas meski masih terikat kontrak sampai akhir tahun ini. Kegagalan PSIS lolos ke perempat final Piala Presiden 2019 mulai memakan korban. Pemain yang dinilai tidak cukup berkontribusi harus siap-siap didepak.

Ibrahim Conteh jadi pemain pertama yang harus mengepak koper pasca Piala Presiden. Berstatus pemain asing, eks penggawa Barito Putera dan PS TNI (PS Tira-red) itu dianggap gagal mendongkrak permainan PSIS.

“Akan ada pemain asal Brasil yang datang. Posisinya gelandang bertahan,” imbuh Yoyok tanpa menyebut identitas pemain yang dimaksud.

Sementara, Shohei Matsunaga sendiri sangat antusias bisa bergabung bersama PSIS. Ia berambisi membawa tim barunya menjadi juara liga. “Saya ingin bantu PSIS agar jadi juara. Kalau musim kemarin cetak 14 gol, musim ini saya target bisa 20 gol,” tutur Shohei.

PSIS merupakan tim keenam yang dibela Shohei Matsunaga selama berkarir di Indonesia sejak 8 tahun silam. Sebelumnya dia pernah bolak-balik di Persib Bandung, Persegres Gresik, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan dan PSMS Medan.

Total sudah 20 gol dibuat Matsunaga yang menjadikannya sebagai pemain Asia tersubur di liga Indonesia. “Semoga naturalisasi segera beres karena saya juga ingin bisa bermain untuk Timnas Indonesia,” mantan pemain Schalke 04 II itu menambahkan.

 

Uji Coba

Sebetulnya serangkaian pertandingan ujicoba telah dirancang sebelum PSIS memulai pertarungan di kompetisi resmi yang bakal bergulir mulai awal Mei 2019. Namun karena ada agenda politik bulan ini di Indonesia, izin pertandingan sepertinya sulit. PSIS berencana melakukan ujicoba di luar negeri sebagai rangkaian persiapan menuju Liga 1 2019.

Namun untuk merealisasikan wacana tersebut, PSIS sedang melakukan kajian. Termasuk di dalamnya membahas calon lawan yang akan dihadapi anak asuh Jafri Sastra ini. “Ada sekitar tiga sampai empat pertandingan di Malaysia atau Singapura,” kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Sepanjang tahun ini armada Mahesa Jenar sudah melakoni tujuh pertandingan, empat di Piala Indonesia dan tiga lainnya di Piala Presiden. Hasilnya Tim Kota Lunpia memenangi lima laga dan dua pertandingan berakhir kalah.  (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.