May Day, Apindo Jengah dengan Tuntutan Kenaikan Upah Buruh

SEMARANG – Para pengusaha jengah dengan tuntutan kenaikan upah buruh yang muncul setiap tahun. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi menganggap kenaikan upah buruh yang asal-asalan, justru memperberat beban para pengusaha lokal.

Aksi buruh di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (15/11), menuntut UMK 2018 Rp 2,7 juta. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Karena itulah, saat May Day 1 Mei besok, kami bersama tripartit dan pemerintah provinsi Jawa Tengah akan merayakan secara serentak di 35 daerah dengan berbagai perayaan seperti jalan santai diselingi hiburan menarik lainnya. Setelah itu, kita minta pemerintah melakukan kajian bersama untuk penentuan upah agar setiap tahun tidak terjadi kenaikan upah,” ungkap Frans saat dihubungi metrosemarang.com, Senin (30/4).

Ia bilang buruh jangan sampai bertindak serampangan dengan meminta kenaikan upah secara terus-menerus. Namun menurut Kongi, berdasar perkembangan setiap tahun, para buruh mulai berbeda bersikap dalam menuntut kenaikan upah. Dikatakan dia, buruh sudah bisa memahami situasi di lingkungan kerjanya.

“Sehingga ketika peringatan May Day tiba, mereka tidak serta-merta menuntut kenaikan upah terlalu tinggi. Buruh pasti tahulah kondisi pabrik tempatnya bekerja. Seperti apa kondisinya, jadi saya rasa buruh mulai memahami kondisi keuangan pabrik,” tuturnya.

Meski begitu, Kongi tak akan melarang para buruh untuk berunjuk rasa saat May Day 1 Mei nanti. Ia mempersilakan buruh menggelar aksi damai dan menjaga kondusifitas setiap kabupaten/kota. Lebih jauh, Kongi optimistis bahwa laju perekonomian Indonesia berangsur membaik.

Menurutnya pemerintah saat ini mampu menumbuhkan semangat berinvestasi melalui program pembangunan infrastruktur jangka panjang. Terutama dalam membangun jalan tol, bandara serta memperkuat sektor kemaritiman Indonesia.

“Kami yakin peluang usaha saat ini jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Pak Presiden mempunyai program-program Nawacita yang bisa bersinergi dengan para pengusaha di daerah,” ujar Frans. (far)

You might also like

Comments are closed.