Mayat Wanita di Dalam Karung, Dihabisi Pacar Sendiri Usai Begituan

METROSEMARANG.COM – Misteri kasus pembunuhan gadis dalam karung yang ditemukan di Sungai Wulan Kecamatan Wedung akhirnya terkuak. Hal itu setelah Polres Demak menangkap Umar Shodiq (25) yang tak lain adalah pacar korban.

Foto: metrojateng.com

Pelaku yang sempat buron, akhirnya ditangkap di daerah Kodya Banjar, Jawa Barat. Bahkan, petugas terpaksa menghadiahi kakinya dengan timah panas karena hendak kabur saat akan ditangkap.

Pelaku merupakan warga Desa Tanggul RT 02 RW 02, Kecamatan Mijen. Pemuda pengangguran ini sudah menjalin hubungan asmara dengan korban Ayu Kurniandani (19) warga Welahan Kabupaten Jepara selama lima bulan.

Keduanya juga kerap berhubungan selayaknya suami istri. Hingga akhirnya, Ayu hamil. Beberapa kali, keduanya kerap bertemu dan cek cok perihal kehamilan Ayu. Hal itulah yang membuat dia nekat membunuh pacarnya sendiri.

“Pelaku ini terpaksa kita lumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas, karena melakukan perlawanan saat ditangkap oleh anggota,” ungkap Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan, Jumat (5/5)

Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut, berawal dari keterangan saksi kunci M Sihabuddin, warga Mijen, teman tersangka yang diminta meminjam karung ke tetangganya.

Dari informasi itu dan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban, sarung, karung plastik, batu pemberat, jepet rambut dan HP milik korban, petugas mengembangkan penyelidikan yang hasilnya mengarah kepada pelaku dan berhasil meringkusnya.

“Pelaku  terjerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, yang ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara, Umar menceritakan, dia dan korban sudah lima bulan menjalin hubungan asmara. Selama itu, keduanya kerap melakukan hubungan badan, hingga Ayu hamil.

“Saya kenal dari teman saya. Saat itu, dia menemani mengantarkan undangan nikah, dan saya mintai nomor hp. Setelah itu inten komunikasi,” kata Umar.

Beberapa kali, keduanya kerap bertemu dan cek cok perihal kehamilan Ayu. Korban meminta supaya janin yang dikandungnya untuk digugurkan, dengan alasan dia masih akan meneruskan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Korban juga menolak untuk dinikahi lebih dulu.

Pada Minggu (16/4) pagi, korban menemui pelaku di rumahnya. Keduanya pun kembali berhubungan badan, hingga kemudian terlibat cek cok. Saat itu, kedua orangtua pelaku sedang ke sawah.

“Hari itu korban ke rumah saya. Kami berhubungan badan dan setelah itu kembali cek cok. Karena sudah tidak ada solusi, akhirnya saya bunuh dia dengan mencekik pakai tangan, lalu saya jerat lehernya pakai kerudung,” tambahnya.

Setelah membunuh, pelaku membiarkan jasad korban terkapar di dalam kamar. Hingga tengah malam, pelaku dengan dibantu seorang rekannya membungkus jasad korban dengan menyertakan batu, lalu membuangnya di Sungai Wulan, Kecamatan Mijen.

Umar mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. “Saya menyesal. Tapi saat itu saya kesal,” pungkasnya. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.