Mbak Ita Pantau Aktivitas Pedagang Pasar Bulu dan Karangayu

Mbak Ita memantau langsung aktivitas para pedagang di Pasar Karangayu dan Pasar Bulu, Rabu (2/9) pagi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Mbak Ita memantau langsung aktivitas para pedagang di Pasar Karangayu dan Pasar Bulu, Rabu (2/9) pagi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Hevearita G Rahayu, hari ini, Rabu (2/9), memantau aktivitas pedagang di Pasar Karangayu Semarang Barat. Ia mengatakan, kondisi pasar yang tampak semerawut butuh penataan di semua sisi bangunannya.

Perempuan yang intim disapa Mbak Ita itu menjelaskan, kesibukan pedagang membuat arus keluar-masuk kendaraan menjadi tidak teratur. Bahkan, hal ini juga mempengaruhi tata letak bangunannya yang butuh perbaikan.

Lebih jauh, ia juga melihat fluktuasi harga kebutuhan pokok yang tidak stabil membuat pedagang Karangayu kebingungan. “Mereka ingin harga-harga sembako di sini stabil dan didukung ketersediaan barang yang mencukupi. Dengan begitu, saya ingin mengajak warga berbelanja di pasar tradisional,” bebernya.

Tak hanya Pasar Karangayu, Ita juga sempat datang ke Pasar Bulu di Jalan Mgr Soegijapranata. Menurut dia, kondisi Pasar Bulu punya masalah berbeda. “Banyak keluhan di lantai dua Pasar Bulu. Karena akses jualannya sempit dan sepi pembeli, mereka jadi ngga betah dan pindah ke Karangayu,” terangnya.

Suwitomo, seorang pedagang Pasar Bulu mengaku dagangannya kini jarang disambangi pembeli. Terlebih lagi, ia hanya dapat jatah lapak kecil dibanding kondisi pasar sebelum direvitalisasi. “Akses tangga di pasar ini juga terlalu tinggi sehingga pedagang sering terjatuh kalau membawa dagangan sampai di lantai tiga,” jelasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.