Media Sosial Permudah Bangun Personal Branding

METROSEMARANG.COM – Era digital memudahkan kita dalam membentuk merk diri (personal brand). Seseorang dapat memulainya dengan menggunakan berbagai media sosial yang ada saat ini. Mulai dari Instagram, Twitter, Pinterest, Facebook dan lain-lain. Terlebih untuk generasi muda, tentunya dalam menggunakannya untuk menghasilkan pengusaha muda yang bersaing di dunia digital kreatif.

Seminar Nasional bertajuk “Build Your Personal Branding” di ruang gedung V Fakultas Kedokteran setempat, Sabtu (8/7). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Dalam membuat brand, dimulai dulu dari dunia sebenarnya lalu kudian dunia maya. Membentuk diri bukan hal yang susah, gunakanlah media sosial. Buat dengan nama akun, profil picture, gaya bahasa, share, dan deskripsi diri yang memiliki konten,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Errika Dwi Setya Watie dalam Seminar Nasional bertajuk “Build Your Personal Branding” di ruang gedung V Fakultas Kedokteran setempat, Sabtu (8/7).

Personal branding, menurut Erika seseorang itu sendiri dengan kunci utama melakukan pengenalan melihat potensi diri kemudian membagikannya ke orang lain seperti sebuah seni yang dituangkan untuk diterima khalayak.

Kemudian, yang dilakukan selanjutnya ialah memilih media sosial apa yang akan dipakai dengan menyesuaikan target audience. Dalam bermedia sosial kita harus memiliki komitmen untuk membangun diri atau personal branding. Karena dalam membuat brand intinya harus punya komitmen tinggi.

“Misalnya kita ingin menjadi video blogger, maka komitmen dengan membuat konten-konten tersebut, jangan berhenti atau melenceng dari bidangnya,” katanya.

Selain itu, kita yang ingin membangun personal brand juga harus sadar dengan kemampuan yang kita miliki. Dalam hal ini, kita tidak boleh memaksakan sesuatu di luar kemampuan kita sendiri.

Dalam hal konten, kita harus membuat dan mengaturnya dalam mengunduh atau mem-postingnya. Mengatur waktu posting juga menjadi hal penting, karena konsistensi konten-konten yang kita buat akan mempengaruhi audience.

Selain mengatur waktu posting, kita juga dituntut untuk mengikuti perkembangan tren, pasalnya hal tersebut akan membuat konten yang kita buat selalu terlihat baru.

Sementara, Analisa Widyaningrum, motivator serta Brand Ambassador Wardah yang juga penulis buku The Power Of Personality Development menuturkan dalam membuat personal brand memerlukan misi dan strategi yang dimulai dari diri sendiri sebelum bermedia sosial.

“Misi adalah mimpi, dan apa itu keinginan? Keberanian diri seseorang di masa depan bisa jadi  dipengaruhi lingkungan di masa lalunya, orang yang minder mungkin terjadi karena faktor bullying di masa kecilnya,” katanya.

Menurutnya yang harus kita lakukan ialah mencari ilmu pendidikan sebaik-baiknya. Setelah itu diterapkkan dalam berkomunikasi dengan orang lain di dunia kerja yang sebenarnya.

“Ilmu pendidikan penting,  kemampuan berkomunikasi. Misalnya cara berkomunikasi yang baik kita menempatkan diri sejajar dengan orang lain. Bagaimana kita harus membuat image positif pada pertemuan pertama dengan seseorang, mulai mencari kesamaan dari komunikasi verbal yang kita lakukan,” pungkasnya. (fen)

You might also like

Comments are closed.