Medsos Makin Menggerus Eksistensi Media Online

METROSEMARANG.COM – Pesatnya perkembangan teknologi saat ini memicu peningkatan pengguna media sosial di Indonesia. Hal tersebut tampaknya menjadi sebuah ancaman bagi eksistensi media online saat ini. Pasalnya, arus informasi melalui media sosial (medsos) tersebar dengan sangat cepat dan mengakibatkan media online mengalami sedikit ketertinggalan dalam menyampaikan informasi.

Pembekalan anggota AJI di Wonolopo, Semarang, Minggu (14/1). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bidang Data dan Informasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Mustakin dalam rapat kerja dan pembekalan kepada anggota baru AJI Semarang di  Griya Pawening Jati, Kelurahan Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Minggu (14/1).

“Saat ini perkembangan arus informasi melalui media sosial sangan cepat, bahkan lebih cepat dari media online. Media online yang dulunya menjadi sebuah penduan, tren saat ini justru mengekor pada media sosial,” ujar Mustakin.

Dia juga mengatakan, pesatnya penyebaran informasi melalui media sosial tidak bisa dibendung. Pasalnya, pelaku media sosial saat ini sangat agresif. Bahkan kini, untuk mencari informasi terkait cuaca dan lalulintas bisa dipantau melalui media sosial.

“Dulu mau tahu informasi soal cuaca saja nungguin di radio, lama, sekarang tinggal ngikuti akun media sosialnya BMKG aja udah ada perkiraan cuaca. Mau tahu tentang lalu lintas dan kecelakaan juga melalui media sosialnya Polri sudah ada,” imbuh Mustakin.

Sementara itu, upaya yang masih bisa dilakukan untuk menjaga eksistensi media online agar tidak ditinggalkan oleh pembaca yakni dengan mentransformasi penyajian konten melalui berbagai platform. 

Menurutnya, penyajian itu tidak hanya dalam bentuk tulisan, namun bisa dilakukan dengan menyuguhkan konten yang lebih bervariasi seperti gambar dan audio visual. Namun pengelola media harus tetap mengengedepankan penyajian informasi yang mendalam.

“Tren pengelolaan media saat ini penyajiannya itu ke arah multimedia, bisa berupa gambar maupun audio visual. Namun dalam pembuatan maupun penyajian itu sendiri harus jeli agar sesuai dengan perkembangan zaman serta bisa meregenerasi penikmat konten tersebut,” pungkas pria yang juga merupakan redaktur media online viva.co.id. (fen)

You might also like

Comments are closed.