Melarung Hasil Bumi di Waduk Jatibarang

METROSEMARANG – Ratusan warga ikut menghadiri kegiatan nyadran Waduk Jatibarang yang digelar oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (26/4). Berbagai pihak juga hadir seperti travel agent dan kelompok wisata se-Kota Semarang serta Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu.
nyadran jatibarang
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati mengikuti prosesi nyadran di Waduk Jatibarang. (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

Dalam kegiatan ini warga yang tinggal di sekitar Waduk Jatibarang menyiapkan berbagai sesaji antara lain tanaman palawija, sayur mayur, dan hasil bumi lainnya. Semuanya kemudian dibawa dan dilarung ke tengah Waduk Jatibarang.

Panitia tradisi Nyadran Waduk Jatibarang, Sudian mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan warga dalam rangka nguri-uri budaya. Sekaligus sebagai tanda ucapan syukur atas melimpahnya hasil bumi yang diperoleh warga sekitar waduk.

“Kali ini setelah kegiatan nyadran juga dilakukan penyerahan SK Pokdarwis Suko Makmur, dan ada Wilujengan berkaitan dengan nama Badar Kencono sebagai kelompok peduli Waduk Jatibarang,” ujarnya.

Tradisi larungan disebutkan sebagai ucapan rasa syukur dari masyarakat atas melimpahnya rejeki. Prosesi larungan dilakukan di tengah waduk yang sudah rutin dilakukan dalam tiga tahun terakhir ini.

“Tumpengan ditaruh di atas perahu terus dilarung di tengah waduk,”  kata Sudian yang juga Seketaris Pokdarwis Suko Makmur.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu yang turut dalam prosesi nyadran menyebutkan, Waduk Jatibarang sudah menjadi salah satu sumber kehidupan bagi warga sekitar, terutama bagi warga yang bergerak di bidang perkebunan dan persawahan.

“Air yang melimpah tidak hanya membuat tanah subur, melainkan juga destinasi wisata juga menarik untuk dikunjungi masyarakat. Apalagi, Waduk Jatibarang ini merupakan satu kesatuan dengan objek wisata Gua Kreo, sehingga Pemkot Semarang terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan wisata di kawasan tersebut,” katanya yang akrab disapa Mbak Ita. (duh)

Comments are closed.