Membangun Karakter Bangsa Dimulai dari Pendidikan di Sekolah

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong pemerintah untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan pembentukan karakter masyarakat yang berdasarkan Pancasila dimulai dari bangku sekolah.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso menjelaskan luntur budaya lokal bangsa di masyarakat saat dialog interakrif DPRD di Hall Balai Kota, Kamis (10/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Akhir-akhir ini ada penurunan semangat cinta tanah air karena faktor globalisasi kebudayaan atau pengaruh dari budaya luar, sehingga membuat semakin luntur budaya lokal bangsa di masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso, saat menjadi salah satu narasumber dalam dialog interaktif DPRD dengan tema Momentum HUT ke-72 RI, Menumbuhkan Karakter Bangsa Berdasarkan Pancasila, Kamis (10/8), di Hall Balai Kota Semarang.

Menurutnya salah satu contoh budaya bangsa ini yang berdasarkan Pancasila semakin luntur di masyarakat, adalah saat ini kecenderungan anak-anak muda lebih banyak dan merasa bangga untuk memakai bahasa Inggris daripada bahasa daerah atau bahasa Jawa.

”Hal ini (menumbuhkan cinta tanah air) seharusnya bisa dilakukan mulai dari bidang pendidikan, yakni dengan memberikan mata pelajaran muatan lokal seperti bahasa Jawa atau bahasa daerah dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan bahasa Inggris,” jelasnya.

Dengan cara itu, menurutnya maka pemerintah kota bisa menguri-uri budaya bangsa khususnya bahasa daerah. ”Jangan sampai bahasa daerah makin tergerus oleh bahasa asing, seharusnya kita lebih bangga memakai bahasa Indonesia,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk bisa meningkatkan karakter bangsa berdasarkan Pancasila, juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan mengadakan olimpiade Pancasila, yang pernah dilakukannya saat dia menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.

”Olimpiade Pancasila ini diikuti oleh para pemuda, yaitu berisi seperti lomba cerdas cermat,  pasukan baris berbaris dan karya ilmiah yang berhubungan dengan Pancasila,” tandasnya.

Narasumber lain, Pakar Komunikasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Semarang Gunawan Witcaksana mengatakan bahwa jika budaya bangsa ini terus tergerus maka sangat rentan terjadi disintegrasi bangsa yang sudah mulai nampak di permukaan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai kejadian konflik yang dilatarbelakangi oleh isu SARA.

”Untuk itu perlu dipupuk lagi semangat kebangsaan berlandaskan Pancasila sebagai modal utama untuk tetap tegaknya NKRI,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.