“Memoria”, Kesederhanaan yang Membangkitkan Kenangan Kanak-Kanak

Ruang Musik Rahayu

Penyematan lirik Do mikado begitu kuat membunyikan narasi lagu “Memoria”, yang berkisah tentang kegembiraan masa kanak-kanak dengan permainan tanpa gawai

SEDERHANA, namun mampu mengundang memori kembali, bermain-main di kepala dan di dalam benak. Itulah kesan pertama yang muncul ketika mendengar lagu “Memoria”. Ruang Musik Rahayu yang digawangi oleh Dimas Tirta Pranata alias Dimec dan Rulita Veda alias Iyeng, merilis lagu “Memoria”, pada 2 Januari 2019 lalu, bersamaan dengan video yang disertai lirik lewat kanal youtube.

Do mikado mikado mikado
Eska eskado eskado
Piya piyo..

Petikan tembang dolanan itu dulu akrab di telinga anak-anak yang tumbuh sebelum era digital. Ruang Musik Rahayu menyelipkan petikan tersebut dalam lagu “Memoria”. Penyematan lirik Do mikado begitu kuat membunyikan narasi lagu “Memoria”, yang berkisah tentang kegembiraan masa kanak-kanak dengan permainan tanpa gawai.

Berteduh di bawah pohon kersen sepulang sekolah, bermain layang-layang, menangkap capung, yang digambarkan dalam lagu, bisa jadi merupakan pengalaman sebagian kaum milenial. Pada masa kecil generasi Y yang lahir antara tahun 1977-1994, teknologi digital masih mahal dan terbatas. Sehingga aktivitas bermain pada masa itu persis seperti yang dinarasikan lagu “Memoria”.

Pertumbuhan generasi ini dibarengi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Generasi inipun berjuluk digital native. Namun hal itu jugalah menguburkan keterhubungan secara nyata dengan teman-teman sebaya. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung pencakar langit yang masif, merenggut ruang-ruang bermain.

Alhasil, semakin jarang dijumpai anak-anak yang bermain di tanah lapang. Hal itu berlanjut hingga ke generasi berikutnya. Serangan kecanggihan gawai semakin mengurungkan niat anak-anak masa kini untuk saling bersentuhan, bermain bersama teman.

Latar belakang itulah yang menjadi bibit keresahan, dan kemudian berkembang menjadi titik awal terciptanya lagu “Memoria”. “Menurut saya, waktu jauh lebih berarti ketika kita bisa bersentuhan langsung dengan teman tanpa terbatas ‘layar 10 inchi’. Bahagia dan jauh lebih riang ketika jaman dulu kita bisa bermain bersama teman, bermain sepak bola hingga menjelang petang. Tapi itu semua sudah mulai jarang saya temukan,” kata Dimec.

Dimas Tirta Pranata alias Dimec sedang melakukan rekaman musik di studio 4 WD Semarang. (foto: metrosemarang/Efendi)

Dimec meracik lirik dengan pilihan kata yang mudah dipahami, tanpa kalimat hiperbolis. Lirik dilantunkan oleh vokal Iyeng yang khas dengan suara tinggi. Ditingkahi ketukan drum yang lembut dan iringan musik akustik, membuat lagu berdurasi tiga menit 59 detik ini terdengar sangat ringan dan sederhana.

Meski sederhana, kelugasan lirik dan keluwesan musiknya menjadikan lagu ini sebagai pengantar pesan yang ampuh. Pesan “Memoria” mampu membangkitkan kenangan masa lalu pendengarnya.

Manajer Ruang Musik Rahayu, Erick Budi Prasetyo menyebut Dimec dan Iyeng bakal membawakan musik dengan irama khas 1990-an yang kental. Itu diharapkan menjadi daya tarik band duo asal Semarang ini.

“Ruang Musik Rahayu berupaya membuat musik dengan warna berbeda. Duo ini berusaha mengajak pendengar berselancar ke dalam ruang-ruang memori masa silam. Masa-masa indah bagi generasi 90-an yang tidak bisa ditemukan di era sekarang,” kata Erick.

Sebetulnya, Dimec dan Iyeng bukanlah orang baru di kancah musik indie Kota Semarang. Dimec merupakan salah satu founder band orkes yang cukup populer di Kota Semarang, Serempet Gudal. Pada band tersebut, Dimec merupakan drummer, sebelum memutuskan untuk rehat pada tahun 2011. Sedangkan Iyeng, hingga kini masih aktif sebagai vokalis band Semarang beraliran ska, Aimee.

“Semoga selain bisa meramaikan dunia permusikan di Kota Semarang juga bisa menjadi salah satu alternatif hiburan masyarakat. Karena selain lirik-liriknya yang ringan dan mudah dipahami, musik secara keseluruhan menurut saya juga sangat easy listening,” pungkas Erick. (*)

 

Penulis: Efendi
Editor: Eka Handriana

Comments are closed.