Memperbaiki Bacaan Alquran Melalui Tradisi Semaan Masjid Kauman

METROSEMARANG.COM – Memasuki hari keempat ibadah puasa di Bulan Ramadan 1438 Hijriyah, umat Muslim di penjuru kota Semarang berupaya meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Salah satunya dengan mengikuti tradisi semaan di pelataran Masjid Agung Kauman.

Tradisi semaan di Masjid Kauman Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kegiatan semaan Alquran tersebut diikuti ribuan jemaah dari dalam maupun luar kota. Semaan Alquran atau dalam bahasa Indonesia berarti membaca atau menyimak merupakan tradisi yang sudah langgeng sejak puluhanbtahun silam.

Awalnya semaan dipelopori oleh KH Abuya pada dekade 70-an. Diceritakan pula ketika itu sang kyai mengajak masyarakat setempat datang mengaji ke Kauman untuk mengisi waktu berpuasa.

“Dulunya jemaahnya masih sedikit, tapi sekarang sudah sangat banyak,” ungkap KH Ahmad Naqib Nuraji Al Hafiz, penerus tradisi semaan di Kauman, Selasa sore (30/5).

Ia mengatakan semaan menjadi aktivitas yang unik lantaran dirinya mengajak jemaah untuk mengkaji ulang sekaligus memperbaiki tafsiran Alquran yang kurang pas.

“Saya juga menjelaskan apa saja kandungan pada bacaan Alquran dengan menggunakan bahasa Jawa, karena selain mudah dipahami, jemaah yang datang kebanyakan orang-orang sepuh di pinggiran kota,” tuturnya.

Semaan, paparnya, digelar 25 hari mulai 1 Ramadan-26 Ramadan. Kemudian dilanjutkan dengan khataman dengan membaca 37 juzz.

Setelah rampung semaan, di ujung acara jemaah akan berziarah ke makam KH Abuya di TPU Pegandon Kendal. Hal ini dilakukan untuk menghormati sosok almarhum sebagai pelopor semaan.

Masudi, seorang jemaah mengaku ada banyak manfaat dan barokah yang dapat dipetik tatkala ikut semaan Alquran saat berpuasa.

“Selain berharap mendapat keberkahan dari membaca Alquran. Saya juga ingin dapat ilmu agama dari kyai,” kata Masudi kepada metrosemarang.com. Ia sendiri rutin ikut seman sejak 15 tahun terakhir. Saban puasa ia selalu menyempatkan diri datang ke Kauman.

“Saya memilih pulang lebih awal agar dapat ikut semaan Alquran. Barokahnya sangat banyak,” kata pria yang jadi guru SDN Mranggen itu. (far)

You might also like

Comments are closed.