Memprihatinkan, Jembatan Penghubung Jepara-Demak Ini Hanya Terbuat dari Bambu

METROSEMARANG.COM – Jembatan yang menjadi akses penting warga Demak-Jepara untuk melintasi Kali Serang sangat memprihatinkan. Kontruksi jembatan ini hanya terbuat dari bambu dan badan jalan susunan glugu atau pohon kelapa.

Jembatan darurat yang menghubungkan Jepara dan Demak. Foto: metrojateng.com

Padahal, jembatan penghubung Desa Karanganyar Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara dengan Desa Rejosari Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak ini jalur penting. Salah satunya untuk akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Mustagfirin, seorang warga Desa Rejosari mengatakan bahwa jembatan bambu ini adalah jembatan darurat setelah mengalami patah beberapa bulan lalu. Jembatan darurat dari swadaya warga itu sepanjang sekira 40 meter, dengan lebar hanya 1,5 meter. Sehingga pengguna dari arah berlawanan harus bergantian untuk dapat melintas.

“Tadinya memang sudah keropos san berkarat, terus ada truk membawa material batu melintas dan akhirnya patah. Akhirnya warga swadaya bangun jembatan darurat,” katanya, Jumat (28/7).

Sudiro (47), warga Desa Sobokerto Kecamatan Welahan mengatakan, jembatan yang dapat menjadi akses lain hanya ada di perbatasan Welahan dan Mijen dengan jarak tempuh lebih dari 6 kilometer, atau di Desa Karanganyar 3 kilometer ke arah barat dari jembatan ini.

“Jembatan ini bisa menghubungkan Welahan menuju Mijen dan Wedung kecamatan di Demak. Harapannya, pembangunan jembatan yang dari pemerintah segera dilanjutkan, kasihan warga di sini,” tandasnya. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.