Memutus Rantai Penyakit Scabies di Lingkungan Keluarga

Infeksi Tungau, Menyerang Siapa Saja

Keluarga menjadi “tempat subur” untuk penyebaran penyakit scabies atau kudis. Sebab ada beberapa kebiasaan yang muncul

LINGKUNGAN keluarga menjadi tempat favorit penyebaran penyakit scabies. Ini adalah penyakit gatal-gatal pada kulit manusia. Penyakit jenis ini biasa disebut kudis, yang ditularkan lewat berbagai cara, baik kontak langsung maupun lewat perantara.

Kulit yang terserang scabies. (foto: Skin Center Rumah Sakit Sultan Agung Semarang)

Scabies disebabkan oleh infeksi kutu tungau parasit, Sarcoptes scabiei var hominis. Penyakit ini ditandai dengan keluhan gatal di sela-sela jari tangan kanan dan kiri, telapak tangan, pergelangan tangan bagian siku, ketiak, daerah pusar dan perut bawah. Rasa gatal akan semakin bertambah pada malam hari.

Apabila digaruk, bercak kemerahan yang muncul di kulit akan mengeluarkan cairan jernih. Semakin lama cairan tersebut akan berubah menjadi keruh. “Luka itu kemudian akan menjari koreng.” kata Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Sultan Agung Skin Center Semarang, Hesti W Karyadini.

Keluarga, lanjut Hesti, menjadi “tempat subur” untuk penyebaran penyakit ini. Sebab ada beberapa kebiasaan yang muncul. Misalnya bergantian memakai handuk, bertukar baju dengan saudara, memakai sprei bersamaan dan tidur bersama dengan anggota keluarga yang telah terkena scabies.

“Menghindari scabies bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga,” kata Hesti. Caranya, penderita harus diperiksa dan diobati secara bersamaan. Hal itu untuk menghindari terjadinya penularan kembali. Selain itu, dr Hesti menyarankan untuk mencuci semua baju dan alat tidur  dengan air panas.

 

Banyak Penderita

Scabies bisa menyerang semua umur, terutama remaja. Baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peluang yang sama untuk terjangkit scabies. Di dalam lingkungan yang tidak ditunjang kondisi sosial ekonomi yang baik serta memiliki sanitasi yang buruk, peluang scabies akan lebih besar.

Scabies adalah salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Angka kejadiannya di Indonesia diperkirakan masih tinggi. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menduduki urutan kedua dari tiga jenis penyakit kulit yang paling banyak diderita penduduk Indonesia.

Di Indonesia pada tahun 2011 didapatkan jumlah penderita scabies sebesar 6.915.135 (2,9%) dari jumlah penduduk 238.452.952 jiwa. Jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun 2012 yang jumlah penderita scabies diperkirakan sebesar 3,6 % dari jumlah penduduk. (*)

 

Sumber: Rumah Sakit Sultan Agung Semarang
Editor: Eka Handriana

 

 

Comments are closed.