Menang atas PPSM, Subangkit Akui PSIS Main Buruk

METROSEMARANG.COM – Kemenangan atas PPSM Magelang kembali membawa PSIS memuncaki klasemen Grup 4 Liga 2. Meski sukses mengemas tiga poin, pelatih Subangkit mengakui permainan timnya tidak istimewa.

Safrudin Tahar (kiri) menjadi penentu kemenangan PSIS atas PPSM. Foto: metrosemarang.com

PSIS harus susah payah mengatasi perlawanan PPSM saat kedua tim bertemu di Stadion Jatidiri, Kamis (18/5) malam. Sempat menjanjikan dengan gol cepat Safrudin Tahar di menit 10, anak asuh Subangkit justru tampil loyo di sisa laga.

Pada pertandingan tersebut Subangkit melakukan rotasi pada komposisi starting eleven. Erik Dwi Ermawansyah dan Tegar Infantrie tampil sejak menit awal, sedangkan Johan Yoga harus menunggu di bench.

Meski tampil dominan, tuan rumah kesulitan menembus pertahanan PPSM. Selain gol Tahar, PSIS hanya sekali memberikan ancaman nyata ke gawang Macan Tidar melalui sundulan Erik di pertengahan babak kedua.

Pelatih PPSM, Siswanto ‘Kancil’ memuji anak asuhnya cukup sukses meredam permainan PSIS yang menurutnya dihuni pemain-pemain berpengalaman. Dia sudah mengamati cara main lawannya tersebut dari pertandingan kontra Persipon Pontianak dan PSIR Rembang.

“Kami memang kalah kelas dari PSIS, tapi setidaknya tim ini sudah memberikan perlawanan yang luar biasa. Sayang kami kecolongan oleh gol cepat di awal pertandingan,” ucapnya.

Menurut dia, timnya berhasil mengeksploitasi kelemahan M Ridwan dkk saat melakukan transisi. “Transisi mereka tidak cukup bagus dan itu coba kami manfaatkan dengan serangan balik melalui kedua sayap. Ada beberapa peluang yang bisa dihasilkan tapi akurasi finishing masih harus diasah lagi,” ujarnya.

Subangkit kecewa dengan permainan PSIS saat mengalahkan PPSM. Foto: metrosemarang.com

Dari kubu PSIS, Subangkit mengakui permainan anak buahnya kurang greget. Tapi, dia tak mau menjadikan keputusan rotasi pemain sebagai alasan buruknya penampilan timnya.

“Secara permainan saya kecewa. Pressure dari pemain sangat kurang sehingga lawan bisa leluasa mengembangkan permainan,” tukasnya.

Sementara, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho menilai kemenangan atas PPSM tetap pantas disyukuri, terlepas dari permainan yang ditampilkan M Ridwan dkk. “Tiga angka ini sangat berarti. Kompetisi masih panjang dan tentunya akan ada perbaikan untuk menyempurnakan tim,” tegasnya.

Kemenangan atas PPSM membawa PSIS kembali ke puncak klasemen dengan torehan 13 angka. Namun, posisi tersebut rawan digusur Persis Solo jika mereka mampu mengalahkan Persipon, Jumat (19/5) besok. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.