Menelisik Geliat Gay di Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

MEREKA ada di sekitar kita, meski kehadirannya cenderung diabaikan. Kaum gay atau homoseks di Semarang juga punya kelompok tersendiri. Ada aktivitas positif yang dilakukan, meski tak bisa dipungkiri mereka juga mencari pelampiasan dari perilaku seks yang dianggap menyimpang.

Kaum gay sebagai sebutan untuk pria penyuka sesama jenis, masih menjadi kelompok marginal yang kerap terpinggirkan. Padahal, sejak awal sejarah manusia telah ada yang melakukan penyeberangan gender ataupun menjalin hubungan erotik dengan sesama gender. Gay seperti halnya lesbian, yang termasuk dalam golongan homoseks eksklusif dan baru meluas di zaman modern, terutama pada abad XX.

Di Indonesia, ada sebutan bencong atau banci untuk gay dan pada tahun 60 an berubah dengan istilah wadam. Namun, pada tahun 80 an, istilah wadam berganti menjadi waria (wanita pria) karena keberatan dari pemuka agama tertentu.

Seperti halnya kaum heteroseksual, mereka yang termasuk dalam kategori homoseksual juga punya ketertarikan satu sama lain. Ada kisah asmara, berpasangan dan punya cara tersendiri untuk menyalurkan hasrat biologis. Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Very Idham Hensyansyah atau dikenal sebagai Ryan menjadi contoh nyata tentang kisah asmara kaum gay.

Gay memang cenderung eksklusif. Berbeda dengan waria, yang cenderung lebih gemulai dan terkadang berdandan ala wanita, gay bisa saja layaknya laki-laki normal. Gay biasa berpenampilan rapid an tak banyak bicara. Mereka mengelompokkan diri dalam lingkungan yang elite dan lebih tertutup.

Aktivitas seks yang mereka lakukan juga tak sembarangan. Ada jaringan khusus yang menyediakan jasa pemuas seks bagi kaum gay. Tarifnya pun bervariatif. Mereka punya tempat khusus untuk bertransaksi.

Di Semarang ada komunitas gay yang menamakan diri Semarang GAYa Community (SGC). Mereka sudah eksis sejak 2009 silam. Kelompok ini memang belum sebesar GAYa Nusantara yang sudah lebih dulu ada di Pasuruan Jawa Timur. Tapi, setidaknya SGC menjadi wadah bagi mereka yang secara sadar mentahbiskan dirinya sebagai gay. (yas)

You might also like

Comments are closed.