Mengaku Debt Collector, Komplotan Ini Rampas 20 Motor

Komplotan debt collector perampas motor diamankan di Mapolrestabes Semarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Komplotan debt collector perampas motor diamankan di Mapolrestabes Semarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Lima pelaku perampasan sepeda motor diringkus Tim Resmob Polrestabes Semarang. Komplotan ini biasa beraksi dengan mengaku sebagai debt collector dari leasing resmi. Setidaknya 20 sepeda motor berhasil ‘ditarik’ dalam dua bulan terakhir.

Kelima pelaku tersebut yakni, Aji Setyono (23) dan Fahrul Rozak (32) warga Pucang Anom Timur, Pucanggading, Demak, Ponco Aji (21) warga Tlogosari Wetan, Semarang, Kuswantoro (32) warga Tambak Mulyo, Tanjung Mas Semarang, serta Muh Romadhon (25) warga Ds Krandon, Kudus.

Komplotan ini merupakan debt collector lepas (eksternal). Mereka ditangkap petugas pada Rabu (13/5) kemarin di Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang.

“Mereka ini beraksi dengan modus mengaku menjadi debt collector leasing, dengan cara memepet lalu berpura-pura menanyakan kepada korban sudah nunggak berapa bulan,” jelas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanuddin, di Mapolrestabes Semarang, Kamis (14/5).

Kemudian, setelah berhasil mendapat korban yang juga merasa punya tunggakan, korban dimimta segera mengurusnya ke kantor leasingnya. Sementara motor korban dibawa kabur oleh komplotan tersebut, yang kemudian dijual di daerah Demak dan Mijen.

“Ada satu pelaku lagi berinisial S masih kami cari keberadaannya,” beber Burhanuddin.

Sementara itu, Fahrul Rozak mengaku setiap beraksi biasanya mereka selalu bergonta-ganti pasangan, dengan ilayah operasi Pedurungan, Ngaliyan, Tembalang, dan Banyumanik. “Sebelumnya kita ikuti dulu, kalau sudah sepi kita pepet dan saya bilang kalau motornya bermasalah, saya ngaku dari leasing motor tersebut,” ujarnya.

Bersama pelaku petugas juga berhasil diamankan 17 sepeda motor lengkap dengan kunci kontak dan STNK, serta ponsel yang digunakan pelaku untuk berkoordinasi sebelum beraksi. Kelima pelaku dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (yas)

You might also like

Comments are closed.