Mengenal Frendi Saputra, Rory Delap-nya PSIS

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang kini punya senjata anyar untuk mengekploitasi pertahanan lawan. Bukan hanya dari skema free kick yang menjadi andalan musim lalu, kali ini Subangkit juga bisa memaksimalkan serangan melalui Frendi Saputra yang memiliki lemparan ke dalam mematikan ala Rory Delap, eks gelandang Stoke City dan Timnas Irlandia.

Frendi Saputra, andalan PSIS di sisi kiri pertahanan. Foto: metrosemarang.com

Penggemar Liga Primer Inggris pasti sudah tak asing dengan nama Rory John Delap. Dia dijuluki ‘The long throw in man’ karena memiliki lemparan maut. Pria asal Irlandia yang terakhir bermain untuk klub Divisi Championship, Burton Albion itu kerap menghadirkan ancaman bagi gawang lawan melalui lemparan ke dalam.

Delap yang pernah membela Stoke City, Sunderland dan Derby County itu ditakuti karena ia melakukan lemparan dalam dengan cara dan hasil berbeda. Sampai-sampai David Moyes, pelatih Everton saat itu menyebutnya seperti ketapel manusia karena lemparannya selalu menghadirkan kepanikan di area penalti lawan.

Jika penggemar English Premier League tak bisa lagi menyaksikan aksi-aksi memikat Rory Delap, Liga 1 musim ini bakal disuguhi atraksi serupa yang dihadirkan bek kiri PSIS, Frendi Saputra. Mantan pemain Perserang itu juga memiliki keistimewaan berupa lemparan jauh.

Dua gol pembuka PSIS saat berujicoba kontra Arema FC di Stadion Gajayana, 4 Januari silam juga diawali dari lemparan Frendi. Pemain yang akan genap berusia 26 pada 27 Januari tersebut diproyeksikan menggantikan peran Taufik Hidayat yang hengkang ke Bali United.

Bukan hanya lemparan, Frendi juga piawai mengeksekusi bola mati. Gol ke gawang PSGC Ciamis di babak play off Liga 2 melalui sepak pojok, membuktikan bahwa pemain kelahiran Tanggulangin tersebut bisa diandalkan sebagai eksekutor dalam skema setpiece.

Frendi pun mengakui jika dirinya memang selalu melatih lemparan sejak masih junior. “Dulu sering latihan sama ayah saya pakai bola yang berat dan sekarang ditambah latihan kekuatan otot lengan. Ketika main di tim Pra PON Lampung, saya semakin percaya diri melakukan lemparan ke dalam,” kata dia, usai latihan rutin di Lapangan Terang Bangsa, Rabu (17/1) pagi.

Pengidola bek Real Madrid, Marcelo itu masih akan terus mengasah kemampuan melakukan lemparan ke dalam. Apalagi, dia juga menjadi salah satu tumpuan serangan PSIS saat mendapat throw in di dekat area penalti lawan.

Dalam sesi latihan simulasi pertandingan, head coach Subangkit juga kerap melatih serangan melalui lemparan Frendi. “Saya masih harus menambah banyak hal untuk bisa mendapat kepercayaan dari pelatih. Termasuk menyempurnakan lemparan sehingga bisa membantu rekan-rekan membuat gol,” tandasnya. 

Di Liga 2 2017, PSIS bisa dibilang sebagai raja set piece. Dari total 48 gol, lebih dari 20 di antaranya berasal dari skema bola mati, entah direct free kick maupun corner. Kehadiran Frendi Saputra diharapkan bisa memberi opsi lain bagi armada Subangkit yang bersiap bertarung di ajang Piala Presiden, akhir pekan ini. (twy)
 

You might also like

Comments are closed.