Mengenal Lebih Dekat Kapal Perang RI Pengawal Perdamaian Dunia

METROSEMARANG.COM – Para personel TNI AL mengajak anak-anak sekolah untuk mengenal lebih dekat kekuatan KRI Diponegoro dan KRI Hasanudin yang bersandar di dermaga penumpang Tanjung Emas Semarang, pada Selasa (8/8) pagi.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kedua kapal perang tersebut sempat menggelar latihan gabungan bersama personel Royal Thai Nevy yang mengerahkan dua kapal perangnya di perairan Laut Jawa selama tiga hari berturut-turut.

“Dua kapal perang kami habis latihan perang dengan kapal milik Thailand, masing-masing Kapal Kikirat serta Kapal Sukothai. Sejak tiga hari kemarin kami menggelar latihan tempur, SAR, manuver perairan, latihan menembak meriam sampai berlatih peningkatan komunikasi pakai memakai lampu isyarat,” ungkap Perwira Kapal Pelaksana (Palaksa) KRI Hasanudin. Mayor Ludfy, saat lepas jangkar di Tanjung Emas.

Mulai hari ini hingga Jumat nanti, ia ingin mengenalkan keunggulan kapal perangnya kepada anak-anak sekolah. Pihaknya memperbolehkan anak sekolah naik kapal secara gratis.

“Ini juga bermanfaat mengenalkan potensi kapal perang kami bagi anak sekolah. Di Semarang kami juga menggelar upacara penutupan sekaligus menyambangi pejabat terkait,” kata Ludfy.

Ia menyebut KRI Diponegoro merupakan kapal perang sarat pengalaman. Kapal tersebut mampu mengangkut ragam alutsista dan helikopter beserta prajurit 90 orang.

KRI Diponegoro, katanya berulang kali digunakan untuk mengikuti misi perdamaian PBB di negara konflik. Mulai 2008, 2010 dan 2012, kapal itu kerap ditempatkan di Lebanon dan negara lainnya.

Karenanya ada sebuah kebanggaan tersendiri ketika memamerkan kekuatan KRI Diponegoro dimata prajurit asing. “Kami berpatroli antar perairan dengan kapal ini, muhibah kenegaraan juga memakai kapal ini dan juga berkunjung ke Semenanjung Korea naik kapal yang sama,” ujarnya.

Mega Okta, orangtua salah satu siswa mengaku senang bisa mengajak anaknya naik KRI Diponegoro. “Senang bukan main karena selama ini jarang mengenalkan potensi maritim kepada anak saya yang masih duduk di bangku TK. Dan ternyata di dalamnya sangat menarik,” tuturnya.

Fikri Ahmad, siswa Kelas B TK PGRI 46 Jomblang baru pertama kali naik kapal perang baik milik Indonesia maupun Thailand. Baginya ini pengalaman baru untuk terus dikenangnya. “Mau lihat ke dalam. Kayak apa suasananya. Juga pengin lihat tentara,” bebernya.

Guru TK Kristen Terang Bangsa, Padma Sari terkesan dengan kapal perang yang ada di Tanjung Emas. Ia ingin menengok sejarahnya kembali.

“Ada 130 siswa yang saya ajak kemari harapannya bisa melihat ruang juru mudi kapal, naik dek kapalnya,” tandanya. (far)

You might also like

Comments are closed.