Mengenal Ngangklang, Tradisi Unik Bangunkan Sahur di Kaliwungu

METROSEMARANG.COM – Ada tradisi unik di Kaliwungu Kendal  untuk membangunkan orang untuk sahur. Dengan menggunakan peralatan dapur dan ember berukuran besar, anak-anak ini memainkan seni musik tradisional berkeliling kampung. Seni musik tradisional ini biasa disebut ngangklang.

Sebagai bentuk pelestarian tradisi ngangklang , diadakan festival yang diikuti puluhan peserta. Selain permainan musik yang menjadi penilaian, kostum yang dikenakan peserta juga menjadi nilai tambah.

foto: metrojateng.com
foto: metrojateng.com

Ngangklang merupakan tradisi warga di Kaliwungu dalam membangunkan orang untuk menyantap sahur. Alat  yang digunakan biasanya alat dapur  seperti panci, ember hingga kentongan. Tidak ada peralatan elektronik yang digunakan, hanya alat sederhana saja yang digunakan.

Tradisi ngangklang hingga saat ini masih dimintai anak anak di Kaliwungu dan sebagai upaya pelestarian seni tradisional ini sebanyak 43 grup ngangklang ikut festival yang diadakan Kamis (30/6) malam. Lomba yang berlangsung hingga Jumat (1/7) dinihari ini memperebutkan hadiah puluhan juta dan pemanang akan diajak berwisata ke Jogjakarta.

Panitia  tidak hanya menilai dari penampilan grup dalam memainkan peralatan sederhana ini, namun kostum yang digunakan juga menjadi penilaian untuk memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Pemrakarsa festival ngangklang, Alamudin Dimyati  Rois mengatakan kegiatan ini dijadikan agenda rutin tahunan setiap bulan ramadan. “Saya berharapa budaya dan tradisi ngangklang yang sudah ada puluhan tahun ini tidak punah dan tetap menjadi sarana warga untuk membangunkan sahur,” katanya. (metrojateng.com/MJ-01)

 

 

You might also like

Comments are closed.