Menggali Potensi Waria lewat Ajang Seni

Para waria yang tergabung dalam Pewaris berfoto bersama usai fashion show, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Para waria yang tergabung dalam Pewaris berfoto bersama usai fashion show, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Tak ingin terus dipandang sebelah mata puluhan waria dari berbagai daerah berkumpul bersama mengikuti acara Edukasi Berbalut Entertainment yang diselenggarakan Persatuan Waria Semarang (Perwaris) di Sate House Sriwijaya Jalan Imam Bonjol, Semarang, Jumat (27/2). Acara bertajuk ‘Waria Semarang Berdaya dan Berkarya’ tersebut sebagai pembuktian bahwa waria memiliki potensi dan wacana yang sama dengan orang normal pada umumnya.

Gelak tawa mengiringi keromantisan rangkaian acara yang disajikan hampir tiga jam itu, mulai dari solo orgen, lomba fashion show, dan pemberian materi aids oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Semarang. Kemeriahan acara bertambah dengan kostum yang dikenakan bernuansa valentine dan Imlek.

Ketua Perwaris, Silvy Mutiara mengatakan, acara kali ini merupakan langkah penggalian bakat para waria lewat pementasan solo orgen yang mengarah ke dunia entertainment. “Rencananya kami ingin buat grup musik,” katanya kepada metrosemarang.com.

Silvy menambahkan, hal tersebut dilakukan guna mengembangkan keahlian para waria yang selama ini kebanyakan hanya berprofesi sebagai tukang salon dan penyanyi. “Kami juga ingin menggeser sudut pandang negatif masyarakat terhadap para waria. Sebenarnya kita juga ada yang jadi guru tari, dan itu nilai plus,” imbuhnya.

Dikatakannya, acara yang mengambil nuansa valentine dan Imlek tersebut juga sebagai ajang silaturahmi yang dihadiri tidak hanya waria dari Semarang, melainkan juga dari Demak, Kendal, Ungaran, dan Purwadadi.

“Lomba fashion show sebenarnya cuma buat rame-rame tapi tetap ada pialanya. Ini acara pertama kali, semoga bisa berkelanjutan agar bisa sebagai ajang silaturahmi,” tutur Silvy. (ans)

 

You might also like

Comments are closed.