Mengotori Kota, Indra Gemas Lihat Poter Paslon Ditempel Sembarangan

Alat peraga kampanye yang ditempel di tempat yang tidak semestinya justru mengotori wajah Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Alat peraga kampanye yang ditempel di tempat yang tidak semestinya justru mengotori wajah Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho, spanduk, umbul-umbul dan Bahan Kampanye yang berupa leaflet, flyer serta poster sudah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang. Namun fakta di lapangan menunjukkan beberapa bahan kampanye tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Di beberapa sudut Kota Semarang, bahan kampanye yang berupa poster justru dipasang pada tempat-tempat yang dilarang, seperti tiang listrik dan fasilitas umum lain. Seperti yang nampak di jembatan Banjir Kanal Barat (BKB), gambar pasangan calon (paslon) nomor urut 2 tertempel pada badan jembatan.

Tak mau kalah, gambar paslon nomor urut 1 juga tertempel di beberapa tempat, termasuk pohon dan tiang. Tidak hanya poster, rontek juga terpaku di beberapa pohon peneduh jalan.

Gambar paslon nomor urut 3 juga tak ketinggalan meramaikan jalanan Kota Semarang dengan berbagai APK dan bahan kampanye yang bukan berasal dari KPU.

Dimintai komentar, seorang warga Ngaliyan, Indra Ariawan mengatakan, dirinya gemas melihat sampah visual yang terpampang di jalanan kota. Bahkan dirinya kadang menyempatkan diri untuk melepas sampah visual tersebut.

“Saya kadang melepas poster yang ditempel di tempat yang tidak semestinya, seperti pada halte bus. Itu jelas menyalahi aturan dan membuat kota jadi terkesan kumuh,” ungkapnya, Kamis (26/11).

Dia berharap, KPU dan Panwaslu bisa tegas memberikan sanksi kepada Paslon yang bandel memasang kembali APK yang sudah ditertibkan petugas.

Ketua Panwas Kota Semarang Muhammad Amin menuturkan, pembersihan peraga kampanye illegal ditargetkan selesai sebelum masa tenang, 7-8 Desember mendatang. Berdasarkan data Panwaslu, tercatat ada 6.900 APK ilegal yang tersebar di sejumlah titik. “Tapi sementara ini baru bisa menertibkan 20 persen dari total target yang ingin kami capai sebelum masa tenang kampanye,” ungkap Amin. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.