Menguak Jejak Komunis di Kampung Gendong Semarang

Gedung Sarekat Islam (SI), saksi bisu peristiwa G30SPKI di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Gedung Sarekat Islam (SI), saksi bisu tragedi 1965 di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Peristiwa Gerakan 30 September di tahun 1965 (G30S) selalu menyisakan luka mendalam bagi para pelaku maupun korban aksi kejam tersebut. Bahkan, warga Kampung Gendong Semarang sempat dituduh terlibat dalam kegiatan Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh pemerintah Orde Baru (Orba) di bawah kendali Presiden kedua RI, Soeharto.

Budianto, warga di RT 06/RW VI Kampung Gendong Selatan, Sarirejo Semarang mengisahkan kepedihan warga yang pernah dituduh terlibat aksi-aksi G30S 1965. “Di sini dulu memang banyak yang tersangkut PKI,” ungkap Budianto, saat ditemui metrosemarang.com, di rumahnya, Sabtu (3/10).

Budianto masih mengingat ada segelintir oknum yang saat itu menciduk warga yang terlibat dalam kegiatan kekirian yang identik dengan PKI. Aktivitas ‘jemput bola’ tersebut, kata Budianto, tentu saja untuk membersihkan kegiatan PKI yang beredar di masyarakat.

Dugaan keterlibatan warga Gendong dalam kegiatan yang didanai PKI lantaran di kampung itu sejak lama berdiri gedung pertemuan yang jadi pusat kegiatan Tionghoa, seperti Barongsai dan perkumpulan atlet Wushu serta Lifter.

Begitu peristiwa G30S meletus, ada banyak warga kampung yang ditangkap tanpa diadili lalu dibuang ke Pulau Buru. “Bisa jadi mereka difitnah (terlibat G30S). Banyak yang bilang kalau orang-orang yang ditangkap itu punya istri cantik dan rumah mewah. Dan sejumlah kegiatan kekirian selalu dikaitkan dengan organisasi tersebut,” kata Budianto.

Kendati demikian, aksi ‘jemput bola’ itu mereda pada akhir 1970 hingga akhirnya warga yang dibuang ke Buru dipulangkan ke rumahnya. “Semuanya sudah kembali di sini sampai punya anak cucu,” imbuhnya.

Saat ini, ada 40 warga yang tinggal di lingkungan RT 06 Kampung Gendong Sarirejo. Ia kini hanya bisa menatap Gedung Sarekat Islam (SI) yang jadi saksi bisu peristiwa tragedi 1965 di Semarang. (far)

You might also like

Comments are closed.