Menikmati Legitnya Ketan Durian Khas Dusun Langensari

Ketan durian, legit dan menggugah selera. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Ketan durian, legit dan menggugah selera. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Aroma yang khas dan tekstur yang legit menjadikan durian punya banyak penggemar. Keunggulan buah berduri inilah yang dimanfaatkan Agus Jatmiko Aji (39) untuk menciptakan berbagai kudapan lezat yang kemudian dipasarkannya di Agrowisata Durian Semarang, milik kakeknya, H. Djahuri, di Dusun Langensari Kelurahan Wonolopo, Mijen.

“Istri saya suka masak, jadi coba-coba aja dan kebetulan banyak yang minat,” katanya kepada metrosemarang.com, Rabu (4/3).

Tak sedikit dari ratusan durian yang dipanen setiap hari mengalami kegagalan alias kurang klik rasanya. Dari buah durian yang gagal tersebut terciptalah aneka jajanan, salah satunya ketan durian.

Dilihat dari namanya, tentu ketan ini mempunyai rasa dan aroma khas yang tidak jauh beda dengan buah durian. Tentu saja. Ketan hasil kreasi istri Agus, Yuni Farida, ini diolah menggunakan durian-durian yang matang pohon namun sedikit mengalami kegagalan panen, baik di rasa maupun ukuran buah.

Meski diolah dari durian gagal, rasa yang dihasilkan dijamin tidak kalah manis. Aroma juga rasa khas durian Mijen yang manis sedikit ada pahitnya itu tetap melekat di ketan durian.

Sedikit resep dari Yuni, untuk memasak ketan per kilo dibutuhkan 300-500 gram durian yang sudah diblander dan buah durian utuh 3-5 biji. Penyajiannya, ketan ditaburi sus durian yang terbuat dari gula merah dan durian yang diblander ditambah susu kental manis putih dan dibungkus daun pisang.

“Susu buat menetralkan alkohol yang terkandung pada durian,” katanya.

Sekarang ini Ketan Durian memang belum bisa dibeli secara langsung, seperti jajanannya yang lain. Pengunjung harus memesan terlebih dulu, karena proses pembuatan yang membutuhkan banyak waktu serta kondisinya yang tidak bisa tahan lama.

Hanya perlu merogoh saku Rp 10.000 untuk satu bungkus ketan durian. Jika langsung datang di Argowisata milik Agus tersebut, kita bisa menikmati kesegaran alam dengan ratusan pohon durian. Selain itu, aneka buah durian yang masak pohon juga bisa dicicipi dengan haraga mulai Rp 35.000 hingga ratusan ribu.

“Kita juga ada es lilin, es krim, dan lumpia. Semuanya terbuat dari durian,” imbuh Yuni. (ans)

Comments are closed.