Sebelum Meninggal, John Manoppo Sempat Berbincang dengan Sipir Kedungpane

METROSEMARANG.COM – Mantan Wali Kota Salatiga, John Manuel Manoppo ditemukan meninggal dunia di ruang tahanan blok Jenaka Lapas Kelas I A Kedungpane Ngaliyan, pukul 07.50 WIB pagi tadi.

Suasana

Humas Lapas Kelas I A Semarang, Fajar Shodiq mengatakan sempat dihubungi oleh regu dinas malam yang melaporkan bahwa John Manoppo telah meninggal dunia di sel tahanannya.

Tak lama kemudian, ia pun bergegas mengontak Kepala Lapas Kedungpane Taufiqurrahman untuk kemudian diperintahkan memanggil dokter poliklinik.

“Untuk memastikan kondisinya harus memakai rekam medisnya selama ini. Di blok jenaka,” katanya kepada metrosemarang.com, Senin siang (31/7).

Pihak lapas lalu menghubungi aparat Polsek Ngaliyan dan 10 anggota penyidik menggelar olah TKP untuk memeriksa ruang tahanannya. Dalam pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda ada tindak kekerasan.

“Lima personel tim Inafis Polrestabes Semarang dan jenazah Pak John dibawa ke RSUP Dr Kariadi biar ditangani lebih lanjut,” jelasnya.

Saat dibawa rumah sakit, tak terlihat anak dan istri yang mendampingi jenazah John Manoppo. “Yang terlihat cuma tiga kerabat dan seorang keponakannya,” ungkap Fajar.

Ia mengaku terkejut dengan meninggalnya John Manoppo dalam sel tahanan. Sebab, ia sebelumnya sempat mendapat laporan bahwa John sempat berkomunikasi dengan seorang sipir sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Dia itu sempat ngobrol-ngobrol sama Pak Suwito (sipir Blok Jenaka) pukul 02.00 WIB. Kemudian pukul 06.30 WIB sel tahanannya didatangi untuk diajak keluar olahraga tetapi kondisinya sudah meninggal dunia,” ujarnya.

John Manoppo sendiri semasa hidupnya menjalani hukuman delapan tahun dan tambahan satu tahun atas kasus korupsi JLS yang menjeratnya selama menjabat Walikota.

Di tahanan, John rutin periksa kesehatan di Poliklinik Kedungpane. Menurut Fajar, John sejak lama mengidap penyakit diabetes. “Sebelum masuk kemari sudah sakit gula,” akunya. (far)

You might also like

Comments are closed.