Menyingkap Fenomena LGBT, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Diskusi

METROSEMARANG.COM – Pemahaman masyarakat mengenai lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang berkembang di masyarakat belum dipahami secara utuh. Banyak kalangan menganggap persoalan seputar LGBT sebagai perilaku menyimpangan, dan membahayakan. Padahal, butuh pemahaman secara komprehensif untuk bisa menelaah bagaimana persoalan LBGT sebagai suatu kenyataan yang berada di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Usfiatul Marfuah, pengisi materi dalam diskusi bertemakan “Telaah Kritis Feminisme, Maskulin, dan Gender dalam Perspektif Psikologi, Antropologi, dan Islam, Studi Lasus LGBT” oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Sebanyak 40 peserta terlihat antusias mengikuti diskusi tersebut. Meski beberapa peserta ada yang masih awam tentang LGBT, lambat laun diskusi bisa berjalan dua arah.

Suasana diskusi LGBT di musala kampus 3 UIN Walisongo, Rabu (9/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Suasana diskusi LGBT di musala kampus 3 UIN Walisongo, Rabu (9/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Pengertian LGBT di masyarakat kurang clear. Mereka mengira sama jika LGBT ya menyimpang,” kata Usfi sapaan akrabnya dalam diskusi yang berlangsung di Musala Annida Kampus 3, Rabu (9/3).

Menurutnya, perasaan suka adalah bagian dari kodrat manusia. Menyukai sesuatu itu belum bisa dikatakan sebagai perilaku menyimpang karena suka itu datangnya dari pribadi masing-masing. Perasaan suka, lanjut Usfi, masih dalam tahap orientasi, kecuali jika sudah mengarah ke tindakan seksual itu sudah menjadi perilaku seksual.

“Suka itu masih dalam tahap orientasi, yang perlu dikendalikan itu perilaku selanjutnya,” sambungnya.

Menurutnya, masyarakat perlu menelaah lebih dalam tentang bagaimana memahami sebuah fenomena LGBT yang menjadi sebuah kenyataan di tengah masyarakat. Segala sesuatu yang pro dan kontra, terjadi karena kurangnya pemahaman. “Masalah pengertian harus clear, jadi pertama kali harus memahami dulu,” katanya. (din)

You might also like

Comments are closed.