Meski Berat, PSIS Incar Kemenangan atas Borneo FC

METROSEMARANG.COM – PSIS masih menyimpan hasrat lolos ke babak semifinal Piala Gubernur Kaltim, meski di laga pamungkas fase grup harus menantang tuan rumah Borneo FC. Namun, pendeknya masa recovery bisa menjadi hambatan bagi skuad Mahesa Jenar.

Akhlidin Israilov berpeluang tampil sebagai starter lawan Borneo FC. Foto: dok psisfcofficial

PSIS bakal melakoni duel hidup mati kontra Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Selasa (27/2) sore. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu wakil Grup A di babak semifinal.

Borneo FC lebih diuntungkan ketimbang Haudi Abdillah cs. Tim berjuluk Pesut Etam saat ini masih memuncaki klasemen dengan poin lima, berkat kemenangan atas Mitra Kukar dan Arema FC.

Sebagai catatan, setiap tim yang menang di waktu normal mendapat tiga poin dan dua poin untuk kemenangan via adu penalti. Sedangkan tim yang kalah di babak adu penalti tetap mendapat satu poin.

Status tuan rumah juga lebih menguntungkan bagi Lerby Eliandri dkk. Sedangkan PSIS yang baru mengemas dua poin, butuh menang tanpa adu penalti untuk menghidupkan kans lolos ke empat besar dan berharap Mitra Kukar kalah dari Arema.

Jika hanya menang adu penalti, armada racikan Subangkit bisa dipastikan tersingkir karena poin akhir menjadi empat. Poin tersebut akan sama dengan yang dikumpulkan Mitra Kukar saat ini.

“Melawan Borneo FC akan menjadi laga berat bagi kami. Mereka tim yang kuat dan sebagai juara bertahan di turnamen ini. Apalagi mereka juga mendapat dukungan suporter fanatik. Tapi, kami akan tetap berusaha mencuri kemenangan untuk menghidupkan peluang lolos ke babak selanjutnya,” kata Subangkit.

Namun pelatih 58 tahun itu dihadapkan pada masalah kebugaran anak asuhnya. Dengan jeda satu hari dari pertandingan sebelumnya, Subangkit mengakui akan sulit mengharapkan pemainnya bisa menampilkan performa terbaik.

Setelah tampil solid saat melawan Arema, trio bek PSIS yang dipercayakan pada Haudi Abdillah, Fauzan Fajri dan Rio Saputro tak mampu membendung kecepatan pemain-pemain Mitra Kukar.

Dalam 25 menit pertama gawang PSIS sudah dua kali kebobolan oleh Hendra Adi Bayauw dan Fernando Ortega. Permainan Mahesa sedikit membaik setelah Subangkit mengubah formasi dari 3-4-3 menjadi 4-2-3-1 dan memasukkan pemain-pemain baru.

Meski akhirnya harus menyerah 1-3, permainan Tim Ibukota Jateng sebenarnya juga tidak buruk-buruk amat. Berdasarkan statistik labbola, ball possession hanya beda-beda tipis, Mitra 51 persen berbanding 49 persen milik PSIS.

Pun dari sisi peluang. Haudi cs melepaskan 13 percobaan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Mitra Kukar membuat 17 attempt dan tujuh tepat sasaran.

Masalahnya Subangkit tidak bisa menampilkan skuad terbaik. Pelatih asal Pasuruan itu harus memberi istirahat untuk pemain-pemain yang selalu tampil di dua laga sebelumnya.

Di barisan belakang, Haudi Abdillah, Rio Saputro dan Frendi Saputra sudah tampil 180 menit. Begitu juga dengan Ibrahim Conteh dan kiper Jandia Eka Putra.

Gelandang Kyrgyzstan Akhlidin Israilov berpeluang tampil sebagai starter untuk pertama Kali. Mantan pemain Dynamo Kyiv itu bermain apik saat tampil selama 60 menit melawan Mitra Kukar.

Petar Planic yang baru kembali dari cedera bisa menjadi opsi di jantung pertahanan bersama Fauzan Fajri atau M Sukron. Pencetak satu-satunya gol ke gawang Naga Mekes, Aldaier Makatindu juga bisa jadi alternatif jika Bruno Silva belum cukup fit.

“Masa recovery yang singkat tentunya sangat berpengaruh terhadap fisik pemain. Untuk laga melawan Borneo, tentunya saya harus memilih pemain yang benar-benar siap, baik fisik maupun mental,” cetus Subangkit. (twy)

You might also like

Comments are closed.