Meski Dikeluhkan, Pengolahan Sampah di TPA Jatibarang Dinilai Semakin Baik

Pengolahan sampah di TPA Jatibarang dinilai semakin baik. Foto: metrosemarang.com/dok
Pengolahan sampah di TPA Jatibarang dinilai semakin baik. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Meski menimbulkan aroma tak sedap hingga jarak yang cukup jauh, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang menilai pengelolaan TPA Jatibarang semakin baik. Hal ini karena pengolahan sampah di Jatibarang sudah sesuai aturan UU dan semakin ramah lingkungan.

“Jadi gini, TPA ini sudah dikelola secara profesional, jadi memang di sana ini sudah tidak ada pembakaran lagi. Sampah di sana itu sudah diolah menjadi pupuk, sebagian diolah menjadi gas metanol,” kata Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Sabtu (20/2).

Gunawan membeberkan, hasil pengolahan sampah TPA Jatibarang bahkan sudah bisa menyalurkan gas metanol hasil olahan sampah. Gas tersebut disalurkan ke rumah tangga di lingkungan sekitar untuk kebutuhan memasak, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Gas metanol itu kini sudah disalurkan ke sekitar 500 kepala keluarga (kk). Dan rencananya ke depan, mau dipakai energi listrik,” sambung Gunawan.

Terkait aroma tak sedap dari limbah sampah yang terasa hingga Kalipancur dan sekitar Manyaran, pihaknya masih menganggap dalam taraf kewajaran. Dia meyakini sampai saat ini setidaknya sudah bisa mengurangi dampak lingkungan maupun pencemaran yang berdampak pada warga sekitar lokasi.

“Kalau namanya sampah pasti ada baunya, paling tidak sudah diminimalisir. Yang terpenting adalah untuk kesadaran masyarakat yang membuang di TPS, agar dapat diolah kembali,” terangnya.

Sebagai informasi, aroma tak sedap TPA Jatibarang sering tercium hingga Kalipancur dan sekitar Manyaran yang berjarak sekitar 5 kilometer. Hal itu diakui Ari, warga Pamularsih yang setiap malam bekerja di Kawasan Industri Candi Ngaliyan.

“Memang kerasa baunya pas saya lewat Manyaran, apalagi kalau angin kencang arahnya ke sini (Manyaran),” kata Ari. (din)

You might also like

Comments are closed.