Meski Gratis, Warga Ngaliyan Enggan Bikin Akta Kematian

Nur Kholis Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Nur Kholis
Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Menjadi sebuah kelaziman bagi masyarakat jika marak membuat akta kelahiran. Namun tak banyak masyarakat yang tahu tentang adanya akta kematian.

“Kalau membuat akta kelahiran banyak sekali, tapi membuat akta kematian sangat jarang. Masyarakat apa belum tahu adanya akta kematian?” tutur Lurah Ngaliyan, Nur Kholis kepada metrosemarang.com, Rabu (27/5).

Menurut dia, akta kematian termasuk dokumen penting yang bahkan pembuatannya sama sekali tidak dipungut biaya. Setiap kematian wajib dilaporkan oleh penduduk kepada kelurahan setelah terjadinya peristiwa kematian, paling lambat 30 hari sejak kematian.

“Dalam setahun, paling hanya beberapa orang yang membuat akta kematian. Banyak warga menganggap akta kematian itu tidak penting, karena yang bersangkutan sudah meninggal,” tambahnya.

Ia menilai, pihaknya perlu lebih gencar lagi untuk mensosialisasikan bahwa pentingnya akta kematian kepada masyarakat. “Akan kami usahakan untuk lebih gencar mensosialisasikan lagi. Agar minatnya seimbang dengan pembuatan akta kelahiran,” pungkasnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.