Minat Warga Karimunjawa untuk Pasang Listrik Masih Rendah

METROSEMARANG.COM – Minat masyarakat Kepulauan Karimunjawa untuk memasang sambungan listrik hingga saat ini masih terbilang rendah. Pasalnya, sejak PLTD Legon Bajak diresmikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 1 Januari 2016 sampai sekarang beban puncak pemakaian listriknya hanya berkutat pada angka 600 KW.

PLTD Legon Bajak
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Itu baru terpakai 25 persen dari total kapasitas daya yang dimiliki PLTD. Padahal, biaya sambung daya Rp 631/VA,” ungkap Manager PLN Area Kudus Didik Rahmad kepada metrosemarang.com, Kamis (6/4).

Tak ayal, katanya jumlah penduduk Karimunjawa yang teraliri liatrik baru 2.075 jiwa dari total 3.000 jiwa yang ada saat ini. “Tapi yang sudah minta sambungan daya sudah ratusan orang,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, ia menyatakan bahwa pemakaian listrik di Karimunjawa sangat lamban dari kondisi beban puncak awal hanya sekitar 350 KW. Karena itulah, ia berharap para investor agar menanamkan modalnya di Karimunjawa.

“Karena sebenarnya pasokan listrik di sini sudah kontinyu 24 jam nonstop. Apalagi, PLTD Legon Bajak punya kapasitas mencapai 2×2 megawatt dan sudah siap melayani listrik untuk dunia usaha,” jelasnya.

Pihaknya saat ini sudah empat spot instalasi listrik sepanjang 45,3 kilometer. Tak hanya itu saja, jumlah trafo yang terpasang sudah sebanyak 30.000 unit.

Untuk memacu perekonomian masyarakat setempat yang bertumpu pada industri kelautan, ia ingin mengajak para pengusaha membangun gudang-gudang penyimpanan ikan berkapasitas besar di sejumlah titik.

Sehingga nantinya bisa menampung hasil tangkap ikan dari para nelayan. Untuk potensi pelanggan besar baru ada 4 unit dengan kebutuhan daya 1 MW. (far)

You might also like

Comments are closed.