Minim Sosialisasi, Festival Pandanaran Kurang Diminati

pandanaran art festival

METROSEMARANG.COM – Pandanaran Art Festival yang berlangsung di Taman KB Kota Semarang, Sabtu-Minggu (21-22/11), berlangsung kurang meriah. Minimnya sosialisasi ditengarai menjadi penyebab sepinya pengunjung.

Pantauan di lapangan, Minggu siang, suasana pengunjung terlihat sepi. Penempatan stan terbagi di tiga zona yakni depan SMA 1 Semarang diisi oleh kuliner dari hotel-hotel di Semarang, kedua di jalan arah Mugas diisi oleh pedagang UMKM, dan zona ketiga arah Jalan Pahlawan diisi oleh 12 komunitas.

Tak terlihat antrean pengunjung yang memadati stan-stan tersebut. Hanya terlihat penjaga stan yang terlihat kegerahan karena cuaca panas terik matahari. Bahkan ada sebagian pedagang lebih memilih tidur di stannya karena tak ada pembeli yang dilayaninya.

Ketua penyelenggara Pandanaran Art Festival Taufan Yuristian mengatakan, untuk konsep acara dia mengakui tidak beda jauh dari tahun sebelumnya. Salah satunya dengan membuka bazar.

“Bazar merupakan upaya kita untuk mengangkat potensi-potensi UMKM khususnya berupa kuliner dan batik,” katanya saat ditemui di depan SMA 1 Semarang.

Pada PAF kali ini dia tidak berharap muluk-muluk. Menurutnya, pengunjung yang hadir sudah sesuai target. “Paling tidak ada 500-an orang yang hadir setiap harinya,” ungkap Taufan.

Sugino, pengunjung asal Pucanggading mengaku senang bisa datang ke acara ini. Tapi menurutnya even tersebut masih sepi pengunjung untuk ukuran even besar di Kota Semarang. “Masih sepi ya, mungkin sosialisasinya yang kurang,” kata Sugino yang datang bersama dua anaknya. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.