Minta Ditangguhkan, Harini Serahkan Uang Rp 100 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Harini Krisniati terus berupaya untuk meminta penangguhan penahanan. Tak cukup dengan surat permohonan dari Wali Kota Semarang dan dirinya sendiri, tersangka dugaan korupsi Semarang Pesona Asia (SPA) itu juga menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada penyidik Kejari Semarang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasipidsus kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo didampingi ketua tim penyidik Dadang Suryawan, Kamis (7/5). Uang tersebut merupakan kerugian negara dan diberikan melalui Bendahara 1 Panitia Pelaksana program SPA atas nama Eva Sene Martin.

“Kemarin sore (Rabu) sudah ada itikad baik dari pihak yang mengaku Bendahara 1 Panitia pelaksana SPA, atas nama Eva Sene Martin. Itu sudah kami titipkan ke rekening kejaksaan lewat bendahara kejaksaan,” ujar Sutrisno ketika ditemui wartawan di kantor Kejari.

Terkait penitipan tersebut, Sutrisno menambahkan bahwa itu dapat menjadi pertimbangan terkait penangguhan penahanan Harini. Kendati demikian, lanjutnya, apabila ditemukan indikasi tersangka akan melarikan diri, maka penitipan tersebut akan tetap dikesampingkan. Saat penyerahan uang tersebut, Eva juga didampingi penasihat hukum Harini, Musyafak Kasto.

“Dengan adanya uang titipan tersebut, merupakan bentuk kooperatif klien kami terhadap proses hukum. Sehingga, sudah seharusnya pengajuan penangguhan penahanan terhadap klien kami dapat dikabulkan oleh kejari,” tutur Musyafak.

Sebelumnya, pada Selasa (5/5), Wali Kota Semarang melalui Kabag Hukum juga sudah menyerahkan surat permohonan penangguhan untuk Harini. Surat tersebut diajukan perihal permohonan penangguhan penahanan atau permintaan perubahan status penahanan menjadi tahanan kota. Sehari sebelumnya atau pada 4 Mei, kuasa hukum tersangka telah lebih dulu mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan.

Harini sedianya ditahan sejak Selasa (28/4) silam. Namun, Staf Ahli Wali Kota Semarang itu tiba-tiba ambruk saat akan dibawa ke Lapas Wanita Bulu. Harini selanjutnya dilarikan ke RS Telogorejo untuk menjalani perawatan. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.