Minus Yunus, PSIS Kehilangan Roh

METROSEMARANG.COM – Ketergantungan PSIS terhadap M Yunus makin terlihat nyata. Minus Yunus, skuad Mahesa Jenar kehilangan kreator di lini tengah dan ujung-ujungnya tumbang saat melakoni ujicoba terakhir kontra Persibat Batang, Jumat (14/4).

Johan Yoga (kanan) belum mampu menambah pundi-pundi golnya ke gawang Persibat. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS menuai hasil kurang oke jelang bergulirnya Liga 2. Johan Yoga dkk takluk 0-1 dari tuan rumah Persibat lewat gol tunggal Honi Makrufan di menit 80. Kekalahan yang terjadi hanya sepekan sebelum kompetisi resmi diputar tentu saja sangat mengusik kubu Mahesa Jenar.

Saat meladeni Laskar Banteng Alas Roban, PSIS tak bisa menampilkan M Yunus karena cedera. Selebihnya, Subangkit menurunkan komposisi yang sama ketika timnya menggebuk Persibat 3-0 sepekan sebelumnya.

Tapi, ketidakhadiran Yunus sudah mereduksi kekuatan Mahesa Jenar. Di awal pertandingan Subangkit memainkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Erik Dwi Ermawansyah untuk mengisi peran Yunus di belakang striker.

Sedangkan dua gelandang bertahan dipercayakan kepada Ahmad Agung dan Saddam Sudarma Hendra yang kali ini tampil sebagai starter. Komposisi ini tak berjalan sesuai harapan. PSIS nyaris tak mampu memberikan ancaman nyata ke pertahanan Persibat di sepanjang babak pertama.

Musababnya, aliran bola dari lini tengah macet. Tak ada umpan-umpan yang memanjakan dari kedua sisi sayap. Satu-satunya peluang sebelum turun minum dihasilkan Ahmad Agung melalui percobaan dari luar kotak penalti.

Selebrasi M Yunus usai menjebol gawang Persebaya. Tanpa Yunus, PSIS takluk dari Persibat. Foto: metrosemarang.com

Subangkit juga tak menampik jika absennya Yunus cukup memengaruhi permainan timnya. “Yunus punya kemampuan untuk menjaga bola dan dia juga bagus saat mengalirkan serangan. Absennya Yunus sedikit mereduksi kekuatan kami,” tutur Subangkit usai pertandingan.

Di babak kedua, pelatih 57 tahun itu mencoba mengubah strategi. Ilham Arfil masuk menggantikan Saddam. Dengan komposisi tersebut skema permainan berubah jadi 4-1-4-1.

Perubahan itu memang cukup bisa meningkatkan intensitas ancaman ke gawang Persibat. Tapi, konsekuensinya lini tengah kerap kedodoran saat menerima serangan balik.

Gol Honi Makrufan juga hadir akibat minimnya gangguan terhadap gelandang Persibat ini, hingga dia bisa leluasa melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. “Koordinasi di lini pertahanan masih harus dibenahi lagi, terutama support dari gelandang bertahan, saat tim mendapat serangan balik,” beber Subangkit.

Meski demikian, eks pembesut Sriwijaya FC itu tetap mengapresiasi permainan anak asuhnya. “Setidaknya pemahaman taktik sudah bagus. Soal skema back three atau back four, yang penting pemain bisa memahami tugasnya masing-masing,” tegasnya.

Hasil di Batang menjadi kekalahan ketiga PSIS dari 12 ujicoba sepanjang pramusim. Sebelumnya armada Subangkit takluk 0-4 dari Pusamania Borneo FC dan Persebaya dengan skor 0-1.

Yunus pun diharapkan sudah pulih saat PSIS memulai kompetisi di markas Persipur Purwodadi, Sabtu (22/4) pekan depan. Eks Persitema Temanggung itu harus diakui sudah menjadi roh permainan PSIS dan menghasilkan tiga gol di fase pramusim. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.