Mirip Bandit Kelas Kakap, Begini Aksi Sadis Dua Pelajar SMK Eksekusi Driver Taksi Online

METROSEMARANG.COM – Aksi nekat dua pelajar SMK hingga tega menghilangkan nyawa seorang driver taksi online, Deni Setiawan (25), benar-benar di luar nalar. Mereka merancang aksi tersebut dengan sangat rapi, layaknya penjahat profesional.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan driver taksi online, Selasa (23/1). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Peristiwa pembunuhan tersebut bermula saat kedua tersangka yakni IBR (16) dan DIR (15) memesan jasa layanan transportasi online pada Sabtu (20/1) lalu sekitar pukul 20.00. Mereka memesan melalui aplikasi dari posisi awal di Lemah Gempal dengan tujuan daerah Sambiroto.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji menuturkan, mereka memilih Sambiroto dimungkinkan karena IBR paham betul lokasi tersebut di mana jasad korban dibuang. Sebabnya, ayah IBR tinggal di daerah Sambiroto, sedangkan ia bersama ibunya tinggal di Lemah Gempal.

“Jadi ini ayah dari salah satu tersangka kan tinggal di daerah Sambiroto, sehingga mereka paham betul bagaimana situasi tempat yang mereka gunakan sebagai tempat pembuangan jasad korban,” kata Abioso saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1).

Taksi yang mereka tumpangi mulai berjalan menuju daerah Sambiroto. Saat itu, DIR duduk di kursi samping kiri pengemudi, sedangkan IBR duduk di belakang.

Setibanya di daerah perumahan Korpri, Jalan Cendana Selatan Raya, Sambiroto, IBR membayar ongkos Rp 22 ribu dan ternyata kurang. Satu tersangka lainnya, DIR kemudian mengarahkan sopir itu untuk melaju ke arah lain yang merupakan tempat tinggal saudaranya dengan alasan mengambil uang kekurangan.

Setibanya di Pertigaan Jalan Cendana Selatan, IBR mengeluarkan sebilah belati yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ia langsung menggorok leher Deni hingga tewas di dalam mobil. “Mereka menggorok leher korban dan mayatnya dibuang di jalan di pertigaan,” beber Abi.

Saat itu IBR langsung mengambil alih kemudi mobil Nissan Grand Livina warna hitam H 8849 G milik korban dan membawanya ke Jalan HOS Cokroaminoto untuk disembunyikan tidak jauh dari rumahnya di Lemah Gempal.

“Mobil dilarikan dan parkir di jalan HOS Cokroaminoto untuk ‘didinginkan’, maksudnya apabila situasi aman, kemungkinan akan dijual. Motif mereka adalah murni merampas kekayaan,” tegas Abi.

Sedangkan hamdphone milik korban disembunyikan oleh kedua tersangka di daerah Banjir Kanal Barat. Handphone tersebut ditimbun dengan menggunakan tanah dan ditandai dengan bambu di atasnya.

Kini pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan dari kedua tersangka. Abi mengatakan, kedua tersangka masih saling lempar ketika memberikan keterangan. “Dengan lihat perbuatannya, (mereka) tetap harus mempertanggungjawabkan,” tandasnya.

Terungkapnya kasus ini diawali dengan penemuan jasad Deni Setiawan (25) di persimpangan di Perumahan Bukit Cendana 2, Jalan Cendana Selatan IV RT 3 RW 9, Sambiroto, Tembalang, Sabtu (20/1) malam. Pria tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kondisi leher menganga.

Mobil milik korban ditemukan terpisah yakni di Jalan Hos Cokroaminoto, Semarang Selatan, Senin (22/1). Kedua tersangka yang masih berstatus pelajar kelas X tersebut ditangkap di rumah mereka pada Senin malam kemarin. (fen)

You might also like

Comments are closed.