Mirip Kolam, Begini Kondisi Jalan di Tambaklorok saat Dikunjungi Wali Kota Hendi

METROSEMARANG.COM – Warga Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, mengeluhkan kondisi akses jalan kampung yang sangat memprihatinkan. Jalan tersebut rusak parah dan selalu tergenang air apabila terjadi hujan.

Wali Kota Hendi saat meninjau Tambaklorok, Rabu (21/2). Terlihat jalan akses menuju Kampung Bahari Tambaklorok tersebut rusak dan tergenang air. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Keluhan warga itu disampaikan saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau Tambaklorok sebagai Kampung Wisata Bahari, yang merupakan proyek percontohan nasional pembangunan di wilayah pesisir pada Rabu (21/2).

Salah satu warga setempat, Vonas menuturkan, meski sebagai proyek prestasius namun kondisi jalan di Tambaklorok belum juga dibeton sebagaimana dijanjikan. Jalan masih tergenang dan rusak parah hampir di seluruh bagian badan jalan.

‘’Katanya akses jalan menuju Kampung Wisata Bahari Tambaklorok merupakan proyek nasional, tapi kondisi jalannya tetap sangat memprihatinkan. Kami berharap jalannya segera selesai untuk dibeton,’’ katanya.

Menurutnya, pembetonan jalan baru dilakukan dari ujung pantai sampai sebelum TPI Tambaklorok, yakni masih ada sekitar 200an meter jalan lagi yang belum dibeton.

Warga lainnya, Aslamiyah menambahkan, kondisi jalan yang rusak parah dan tergenang juga menyebabkan masyarakat yang berkunjung ke Pasar Ikan Tambaklorok menurun drastis. Pendapatan pedagang ikan pun juga jadi menurun.

‘’Katanya memang ada rencana semua pedagang mau direlokasi ke tempat sementara, tapi sejauh ini justru pedagang sayur yang sudah diakomodir sedangkan para pedagang ikan malah belum,’’ ujarnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Wali Kota Hendi, sapaannya, mengatakan warga harus bersabar dan menunggu upaya dari pemerintah yang sedang dilakukan. Saat ini pemerintah sedang berupaya memperbaiki jalan akses menuju Kampung Wisata Bahari Tambaklorok dan Pasar Ikan.

Pengerjaan perbaikan jalan menurutnya sedang dilaksanakan dengan dilebarkan menjadi 20 meter dan panjang 738 meter.

‘’Yang namanya pembangunan pasti membutuhkan waktu, sehingga kami berharap warga mesti sabar dulu, karena pekerjaan (pembetonan jalan) ini masih terus berlanjut sampai dengan nanti selesai,’’ terangnya.

Dijelaskan, proyek pembangunan kawasan permukiman nelayan Tambaklorok ini dianggarkan Rp47 miliar. Adapun pengerjaannya dibagi menjadi tiga pekerjaan yakni pembuatan ruang terbuka hijau, revitalisasi pasar dan betonisasi jalan. (duh)

You might also like

Comments are closed.