Miris, Bayi Mickael Hidup dengan Jantung Menggelantung di Dada

METROSEMARANG.COM – Seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan di Semarang harus berjuang hidup dengan kondisi sangat memprihatinkan. Betapa tidak, Mickael Josepine Haressananda, si bayi tersebut kini hidup dengan katup jantung menggelantung di luar dada.

Mickael lahir di RSUP Dr Kariadi pada 14 Oktober 2015 silam. Ia didiagnosis oleh tim medis menderita extra cardiac alias kelainan jantung bawaan lahir dengan organ jantung berada di luar rongga dada.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mickael, merupakan anak kedua pasangan Andreas Setiabudi (30), Agustin (28). Sejak lahir hingga kini, Mickael dirawat orangtuanya di rumahnya Jalan Ari Buana Nomor 35 Kelurahan Krobokan Semarang Barat.

Warga yang melihat kondisi si bayi menjadi iba, karena mereka dapat melihat jelas katup jantungnya yang berdetup dan menggelantung di luar dada.

Meski begitu, Agustin, ibunda Mickael bilang kalau ia ingin anaknya segera dioperasi agar dapat hidup normal. Ia mengaku semula tak curiga saat sedang mengandung. Bahkan, tak ada keluhan sedikitpun.

Agustin berkata selama mengandung ia selalu rutin memeriksakan ke dokter kandungan tiap bulan. Tiap menjalani USG, kata dia, hasilnya terlihat normal. “Kata dokternya seperti itu,” ujar Agustin, Sabtu (12/3).

“Awalnya pas hamil juga biasa-biasa aja. Saya juga enggak ada firasat apa-apa sebelumnya. Makanya, saya kaget waktu dia lahir dengan keadaan seperti ini. Saya pengin dia sehat dan hidup normal,” lanjutnya.

Dengan kondisi sang anak yang memprihatinkan, ia tetap memberikan perhatian secara khusus. Sebab katub jantung pada anaknya terpaksa ditutupi plastik bekas bungkus minuman Pop Ice. “Memang butuh perhatian lebih lantaran sehari tiga kali harus mengganti penutup katup jantung. Jika kotor juga harus cepat-cepat dibersihkan pakai alkohol,” terang Agustin.

Metrosemarang.com melihat kondisi Mickael saat ini memprihatinkan. Ia dirawat orangtuanya memakai fasilitas seadanya. Mickael tampak tak leluasa bergerak. Ia tak bisa tengkurap dan hanya berbaring di kasur. “Tapi dia sudah bisa ngoceh,” bebernya. (far)

You might also like

Comments are closed.