Miris, Pelajar SMP Dicabuli Anak Perangkat Desa di Tengah Sawah

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Seorang pelajar SMP di Jepara menjadi korban pencabulan dua pemuda. Salah satu pelaku diduga adalah anak perangkat desa. Ironisnya, meski sudah dilaporkan sejak pertengahan November 2015 silam, sampai sekarang kasus tersebut belum ada titik terang.

Aksi pencabulan yang dilakukan terhadap warga Kecamatan Nalumsari Jepara itu terjadi pada Sabtu (14/11/2015). Menurut penuturan orangtua korban, anak semata wayangnya dijemput temannya bernama Er (14) untuk mengambil handphone di sekolah.

Namun, hingga malam korban baru pulang juga pulang dan kembali ke rumah keesokan harinya, Minggu (15/11/2015). Saat itu, orangtua merasa curiga dengan gelagat tak wajar yang diperlihatkan korban, hingga akhirnya muncul pengakuan bahwa dirinya telah menjadi korban pencabulan dua pemuda.

Perbuatan itu dilakukan di tengah sawah. Saat kejadian  ada dua pemuda lainnya, termasuk Er,. Salah satu pelaku diketahui anak perangkat Desa Bandung Kecamatan Mayong.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara pada Senin, 16 November 2015 dengan menyertakan hasil visum dari RSUD Kartini Jepara. Termasuk ke Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Jepara. Namun, setelah dua bulan sejak laporan tersebut, polisi belum juga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Kanit PPA Polres Jepara Aiptu Rofiqoh menerangkan, saat ini proses penyidikan terus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Diakuinya, kesulitan yang dihadapi untuk melakukan penangkapan lantaran tersangka utama tidak diketahui keberadaannya.

“Padahal tersangka yang sudah diketahui identitasnya ini menjadi kunci untuk menciduk pelaku lainnya,” tandas Rofiqoh, Selasa (12/1/2016). (metrojateng.com/oby)

You might also like

Comments are closed.