Misteri Gerhana Matahari Total, dari Batara Kala hingga Kodok Raksasa

METROSEMARANG.COM –Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret besok bakal terjadi serentak di sejumlah provinsi di Indonesia. Masyarakat yang berada di Pulau Jawa pun dapat melihat sesaat munculnya gerhana matahari total di beberapa titik strategis.

Tapi, tahukah Anda bila hingga saat ini banyak orang Jawa yang percaya dengan segala mitos yang muncul tatkala fenomena langka tiap 33 tahun sekali itu terjadi di daerahnya?

Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin mengatakan bahwa orang Indonesia, khususnya suku Jawa sangat percaya bila gerhana matahari jadi hal menyeramkan karena sang surya dimakan oleh Batara Kresna (raksasa).

Ilustrasi Foto: youtube
Ilustrasi
Foto: youtube

Batara Kala dikenal sebagai putra dari Dewa Siwa, ia tidak tinggal di kayangan karena bentuknya yang menyeramkan, Batara Kala lahir dari air mani Dewa Siwa yang jatuh menetes ke laut, saat Dewa Siwa tengah berjalan di pantai dan melihat betis Dewi Uma.

“Maka yang dilakukan orang-orang di pedalaman Jawa pasti memukul-mukul lesung saat gerhana matahari muncul. Itu mereka lakukan untuk menakut-nakuti raksasa yang memakan matahari,” terang Izzuddin, Senin (7/3).

Lesung, menurutnya, yang selama ini dikenal sebagai alat pengolah gabah juga dipercaya oleh orang Jawa sebagai media untuk mengusir setan. Lesung tampaknya bagi mereka sangat ampuh untuk mengusir batara yang melahap sang surya.

Namun dalam ilmu astronomi modern, Dosen Falak UIN Walisongo ini menjelaskan gerhana matahari total terjadi karena bulan menutupi matahari secara sempurna sehingga membuat nyala sinar matahari berkurang drastis. Durasi waktunya hanya sebentar. Hanya sekitar 2 menit.

Selain Jawa, kata dia, mitos-mitos soal gerhana matahari juga beredar luas di sejumlah negara Asia lainnya seperti Cina, Jepang, Vietnam dan Korea.

Orang Cina menganggap fenomena itu disebabkan naga yang berlumuran darah telah menelan matahari. Di Negara Nippon Jepang, warganya percaya matahari yang tertutup rembulan telah menebar racun ke Bumi.

Pun demikian yang terjadi di Vietnam dan Korea. Fenomena gerhana dikaitkan dengan munculnya binatang aneh. Orang Vietnam percaya kalau matahari dimakan kodok raksasa. Sedangkan orang Korea bilang, gerhana akibat matahari diserang anjing-anjing raksasa.

“Entah bagaimana masyarakat mengaitkan hal tersebut, namun mitos ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat di kedua negara tersebut,” tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Maestro Astronomi dan Ilmu Falak Indonesia, AR Sugeng Riyadi menambahkan gerhana matahari total pada Rabu besok jadi yang pertama dalam seri gerhana di tahun 2016. (far)

You might also like

Comments are closed.