Misteri ‘Kuburan Njumbul’ di Jalan Raya Tugurejo

Di lokasi inilah diyakini terdapat Kuburan Njumbul, yang kerap mengagetkan pengguna jalan. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Di lokasi inilah diyakini terdapat Kuburan Njumbul, yang kerap mengagetkan pengguna jalan. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

TAK ada yang menyangka jalan raya Tugurejo, Tugu, Semarang yang kesehariannya selalu ramai lalu-lalang kendaraan ternyata ada makam yang teronggok di median jalan, tepatnya di tikungan sebelah timur tempat pemakaman umum Tugu. Masyarakat sekitar menamakan makam itu ‘Kuburan Njumbul’, karena batu nisannya menyembul di tengah median jalan.

“Berulangkali batu nisan itu dicabut dan dibeton, tapi masih terus nongol,” terang salah satu warga Tugurejo, Ansori (35) kepada metrosemarang.com, Rabu (15/4) malam.

Diceritakannya, tikungan yang tak jauh dari RSUD Tugu tersebut sering nampak sosok gadis cantik berbaju putih dengan rambut panjang menyentuh aspal. Masyarakat meyakini gadis ghaib itu pemilik Kuburan Njumbul.

“Masyarakat disini menyebutnya ‘Perawan Kawak’. Sering nampak kok, dan banyak warga yang sudah tahu,” tambah Ansori yang rumahnya tepat di pinggir jalan raya Tugu itu.

Jalur itu juga dinamakan sebagai tikungan tengkorak oleh masyarakat sekitar karena keangkerannya. Selain itu, tikungan tersebut juga sering memakan korban.

“Kebanyakan yang kecelakaan ceritanya karena kaget tiba-tiba muncul gadis cantik, ya Perawan Kawak itu. Kadang juga mereka (pengguna jalan) melihat tikungan ini seperti lurus, padahal tikungannya tajam sekali,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Kuburan Njumbul juga dikeramatkan oleh sejumlah orang. Mereka kerap meletakkan sesaji atau melemparinya dengan sejumlah uang.

“Bagi yang percaya, biasanya orang yang pernah ditemui atau orang yang keluarganya pernah kecelakaan di sini memberi sesaji atau uang ke makam itu dengan tujuan untuk keselamatan. Mereka berharap ‘penunggu makam’ tidak mengganggu para pengguna jalan. Makanya kalau lewat tikungan ini setidaknya uluk salam dengan menyalakan klakson,” imbuhnya.

Namun, sebagian warga yang berdomisili di sekitar tempat itu justru berpandangan sebaliknya. Dengan alih mengeramatkan makam, mereka justru sering mengambil uang dan sesaji tersebut.

“Yang ngambil gak banyak, karena warga sini sudah menganggapnya hal biasa jadi gak ada rasa takut,” terangnya.

Secara kasat mata, sekarang ini keberadaan Kuburan Njumbul memang sudah tidak bisa dilihat lagi karena terbenam beton mulai akhir 2014 lalu saat ada pembenahan jalan. Namun sebelumnya berulang kali kuburan tersebut ditimbun beton dan dicabut, ujung nisannya terus kembali muncul.

“Dulu kerap disangka itu patok penanda jalan, karena hanya dibaluti kain putih kusam oleh warga sini sebagai penanda. Tapi sekarang nisannya sudah hilang. Mungkin karena betonnya tinggi, sekitar lutut orang dewasa jadi gak muncul lagi,” tambahnya.

Kisah berbeda disampaikan H. Mursidin, yang dipercaya memahami sejarah Kuburan Njumbul. Menurut dia, makam tersebut yakni makam gadis perawan bernama Dewi Rukmini. Konon ceritanya Dewi Rukmini meninggal karena diasingkan bertahun-tahun oleh keluarganya.

“Dewi Rukmini gadis yang cantik, memiliki saudara perempuan. Tapi saudaranya punya wajah jelek, gak laku-laku dan para pria lebih memilih Dewi. Orang tua Dewi lebih sayang saudaranya. Karena gak mau saudaranya yang jelek itu terus menerus gak laku akhirnya Dewi diasingkan di daerah sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, makam yang terletak di median jalan raya Tugu tersebut yakni bekas tempat pemakaman umum Tambakaji yang sekitar tahun 1976 dipindah karena ada pembangunan Puskesmas. Makam dipindah dan dijadikan satu dengan pemakaman umum Tugurejo hingga sekarang ini.

“Pas pemindahan makam cuma makam Dewi Rukmini yang sulit dipindah, akhirnya hingga sekarang ini. Dulu Jalan Tugu cuma satu jalur, kini sudah jadi dua jalur dan makam Dewi tepat di median jalan,” tambahnya.

Kendati demikian, lanjutnya, seharusnya sesama mahluk Tuhan bisa saling menghargai. Karena sejatinya manusia di dunia tidak hidup sendiri. “Kalau kita gak menghargai mereka (mahluk ghoib), jadi jangan salahkan kalau mereka akan mengganggu kita,” tandasnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.