Misteri Sungai Banjir Kanal Barat, Dari Jenglot Hingga Buaya Putih

Festival Banjirkanal Barat yang digelar beberapa waktu lalu. Foto Metro/dok humas pemkot
Festival Banjirkanal Barat yang digelar beberapa waktu lalu. Foto Metro/dok

Sungai Banjir Kanal Barat yang telah ada sejak jaman Belanda menang sejak awal difungsikan untuk mengendalikan banjir di wilayah barat Kota Semarang. Sungai ini menjadi pertemuan berbagai anak sungai dan saluran drainase yang bermuara ke Laut Jawa di bagian utara KotaSemarang.

Dalam perkembangannya, sebagian daerah aliran sungai ini oleh Pemkot Semarang sejak beberapa tahun lalu menjadi salah satu kawasan wisata. Di sekitar sungai, tepatnya di daerah Bojong Salaman dibangun taman dan jogging track untuk kegiatan warga. Beberapa kali di tempat ini juga dihelat Festival Banjir Kanal Barat yang menyuguhkan berbagai kegiatan seperti lomba perahu hias.

Namun, dibalik itu, masyarakat sekitar Banjir Kanal Barat juga menyimpan beberapa kisah ‘mistis’ tentang sungai yang panjangnya hampir 20 kilometer ini. Meski sulit dibuktikan secara nyata, banyak  warga yang percaya bahwa sungai ini ada penunggunya.

Sosok mistis yang populer di cerita-cerita warga sekitar, salah satunya adalah keberadaan Buaya Putih yang mbaurekso Banjir Kanal ini. Seperti dituturkan Wisnu Pranowo, warga Bojong Salaman, buaya putih ini menurut cerita yang ia dengar dari kakeknya adalah salah satu utusan penguasa Laut Jawa. Bahkan, menurut pria lajang ini, buaya putih ini kerap minta tumbal dalam bentuk nyawa manusia.

Tak kalah menariknya, sekitar tahun 2010, warga sekitar Banjir Kanal Barat dikejutkan oleh penemuan Jenglot di bawah jembatan Lemah Gempal. Penemuan makluk kecil dengan sosok menyeramkan oleh pencari ikan ini sontak membuat geger warga.

Jenglot tersebut juga mempunyai tangan dan kaki serta berkuku panjang sekitar 20 cm. Jenglot tersebut juga memiliki dua taring ke atas di bagian mulut bawah, bagian kepala menyerupai kepala binatang babi, permukaan tubuh kasar dan gelap, serta mengeluarkan bau seperti benda terbakar.

Warga akhirnya sepakat melaporkan penemuan jenglot itu ke petugas Kepolisian Resor Kota Besar Semarang untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Arus lalu lintas di sekitar penemuan jenglot sempat tersendat karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan jenglot langsung sebelum dibawa polisi ke Mapolrestabes Semarang.

Tentu saja cerita-cerita mistis seputar Banjir Kanal Barat tersebut, masih merupakan misteri yang sulit dibuktikan dengan logika ilmiah. Terlepas dari itu semua, Banjir Kanal Barat kini menjadi salah satu alternatif berwisata bagi warga Semarang. (hwd)

You might also like

Comments are closed.