Mitos dan Fakta Seputar Teknologi

ilustrasi
ilustrasi

Kita sering mendengar mitos yang membingungkan seputar teknologi. Tak jarang mitos­mitos yang berkembang tersebut membuat kita justru tidak dapat menikmati perkembangan teknologi.

Nah apakah mitos­mitos seputar teknologi itu benar adanya? Simak ulasan berikut ini ya!

1. Mitos : Jangan mengisi ulang daya baterai smartphone atau netbook sebelum digunakan sampai habis agar kapasitas baterai tidak berkurang.

Fakta : Dulu hal ini memang benar adanya. Namun saat ini para produsen gadget telah membekali perangkat ciptaan mereka dengan baterai lithium­ion atau lithium­ion sel polimer. Baterai jenis ini memungkinkan pengguna untuk mengisi ulang baterai gadget sebelum habis.

2. Mitos : Kualitas foto yang bagus hanya bisa dihasilkan kamera beresolusi tinggi

Fakta : Kualitas sebuah foto tidak hanya tergantung pada resolusi kamera, tapi juga faktor lain seperti lensa yg digunakan, sensor kamera, pencahayaan, komposisi, pengaturan kamera, dan ‘man behind the gun‘.

3. Mitos: Menggunakan ponsel di SPBU memiliki risiko kebakaran.

Fakta: Hingga saat ini, baru satu kasus SPBU terbakar akibat ponsel. Itu pun New York Daily News melaporkan bahwa kebakaran itu tidak sepenuhnya akibat ponsel. Pada dasarnya sinyal ponsel memang bisa menghasilkan percikan listrik yang dapat memicu uap bensin, tapi itu sangat jarang. Namun, untuk keamanan, National Fire Protection Association menyarankan agar kita mengikuti instruksi pabrik yang mengatakan harus meninggalkan telepon di dalam mobil.

4. Mitos: World Wide Web (www) dan Internet adalah hal yang sama.

Fakta: Keduanya berbeda. Internet adalah infrastruktur yang memungkinkan proses berbagi informasi antara jaringan di seluruh dunia, termasuk melalui komputer pribadi, smartphone, dan perangkat lainnya. Web sendiri hanya salah satu dari jaringan tersebut, yakni satu situs dan halaman yang dimulai dengan www.

5. Mitos: Magnet bisa menghapus data kita.

Fakta: Hard disk seperti pada komputer kita memang beresiko kehilangan data jika terkena magnet. Tetapi itu hanya berlaku dengan magnet yang sangat kuat, seperti yang digunakan mesin MRI atau peralatan khusus lainnya. (ren)

Sumber : Intisari Online

You might also like

Comments are closed.