Modal Pecahan Busi, Komplotan Ini Bisa Hancurkan Kaca Mobil dalam Sekejap

Budiarso mempraktikkan cara meremukkan kaca mobil di Mapolda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Budiarso mempraktikkan cara meremukkan kaca mobil di Mapolda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Komplotan bandit pecah kaca mobil yang diringkus anggota Dit Reskrimum Polda Jateng ternyata hanya menggunakan pecahan busi untuk menghancurkan sasarannya. Meski sangat sederhana, modus baru yang digunakan pelaku cukup ampuh untuk meremukkan kaca mobil dan menggondol uang di dalamnya.

Saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (25/11), salah seorang pelaku Budiarso (21) mempraktikkan cara memecahkan kaca menggunakan pecahan busi. Mula-mula, ia menghancurkan busi dengan batu untuk mengambil pecahan bahan keramik yang menempel di dalam busi.

Kemudian ia memasukkan pecahan busi tersebut ke dalam mulut. Beberapa saat kemudian, ia melemparkan serpihan busi tersebut ke dalam kaca mobil. Kaca mobil tersebut pun remuk hanya dalam hitungan detik.

Sejumlah wartawan dan petugas yang melihat pelaku mempraktikannya hanya bisa heran dan sedikit kagum. Pasalnya, berat potongan keramik busi itu tak seberapa tapi ternyata punya efek yang cukup dahsyat.

“Dimasukkan ke mulut, dilapisi ludah agar bisa lengket saat dilempar. Caranya nggak pakai doa-doa, cuma tahu gitu aja,” ujar warga Desa Tanjung Aur, Sindang Kelingi, Rejang Lebong, Sumatera Selatan itu.

Salah satu korban Budiarso dkk adalah mobil milik korban bernama Widiarso. Saat itu korban mobil yang diparkirkannya dibobol. Pelaku pun sukses membawa uang sebesar Rp 30 juta milik korban yang tersimpan di dalam mobil. “Hasilnya dibagi rata, saya dapat bagian Rp 4 juta, semuanya juga dapat segitu,” tutur Budiarso.

Namun sayang, belum sempat menggunakan uang hasil kejahatan, para pelaku berhasil dibekuk saat bersembunyi di sebuah hotel di Trenggalek, Jawa Timur pada Kamis (19/11). Polisi juga menyita uang sejumlah Rp 1 juta, tiga unit sepeda motor, dua buah busi motor berikut pecahannya, beberapa unit ponsel, sejumlah jaket dan helm yang digunakan untuk beraksi.

“Mereka kami jerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” beber Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha. (yas)

You might also like

Comments are closed.