Monolog Mulut, Buka Festival Drama Pelajar Jateng

image
Sanggar Macarita Solo membuka Festival Drama Pelajar tingkat Jateng ‎dengan monolog Mulut ‎Minggu (17/5) malam di pelataraan Gedung Utama Universitas PGRI Semarang.

SEMARANG – Festival Drama Pelajar tingkat Jawa Tengah ke-16 dibuka Minggu (17/5) malam di pelataraan Gedung Utama Universitas PGRI Semarang. Festival dibuka dengan penampilan beberapa kelompok kesenian.

Salah satunya Sanggar Macarita Solo yang membawakan monolog berjudul Mulut. Karya Putu Wijaya yang mengisahkan tentang seorang perempuan tak bermulut ‎dibawakan dengan apik oleh Tower. Meski sendirian, hanya berbekal dua lampu follow ‎dan tanpa diiringi musik, Tower berhasil menarik perhatian penonton untuk tidak beranjak dari tempat duduk.

Tower membawakan Mulut selayaknya orang yang bercerita kejadian yang baru ditemui pada tetangganya di poskamling. Ia tidak berada di panggung, ia bergerak ke sana kemari di antara penonton. Sesekali menyapa dan berdialog dengan penonton dengan gaya komikal yang menggelikan. 

Selain Macarita, pembukaan dimeriahkan penampilan Hexos Tari Kreasi PBJ UPGRIS, dan Kesenian Jawa Undip.
Adapun lomba akan berlangsung mulai Senin 18 Mei 2015 di gedung pusat lantai 7 UPGRIS. Clossing Ceremony sekaligus pengumuman pemenang dilaksanakan Kamis, 21 Mei di halaman gedung utama UPGRIS.

Festival diikuti oleh 18 SMA dan sederajat dari berbagai kabupaten kota di Jateng. Antara lain; Kota Semarang, Kendal, Kudus, Demak, Boyolali, Sukoharjo, Pemalang, Bumiayu, dan Karanganyar.‎

Setap harinya, enam pementasan digelar dari Senin hingga berakhir Sabtu 20 Mei. Sebagai juri ialah Maston Lingkar, Turahmat, dan Saroni Asikin.‎

‎Turahmat yang mewakili juri dalam sambutannya menyatakan, ajang ini nampaknya ditunggu-tunggu karena pesertanya lumayan banyak. Sedangkan di festival lain, pesertanya sangat minim. Hal ini mengindikasikan Festival Drama Pelajar yang digelar Teater Gema telah dinilai ajang prestisius.‎

“Saya mengamati betul kompetisi ini dari tahun ke tahun. Ada perkembangan konsep dan bibit-bibit baru potensial yang selalu muncul,” katanya.(byo)

Comments are closed.